Royalti Spotify Musisi Indonesia Mayoritas Berasal dari Luar Negeri
Karya musik dari para musisi Indonesia kini semakin diminati oleh para pendengar di kancah internasional. Fakta terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pendapatan yang dihasilkan oleh para pemusik tanah air justru datang dari luar negeri.
Seperti dilansir dari Detikcom, Managing Director Spotify Southeast Asia, Gustav Back, membagikan data tersebut dalam acara Spotify Loud & Clear di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Ia mengungkapkan bahwa lagu lokal kini bersaing di pasar global.
"Sebanyak 60 persen dari seluruh royalti yang dihasilkan oleh artis Indonesia di Spotify berasal dari pendengar di luar Indonesia," ungkap Gustav Back.
Tingginya angka tersebut menjadi indikator positif bagi ekosistem musik dalam negeri yang semakin sehat. Hal ini juga memperlihatkan bahwa kualitas produksi audio musisi lokal mampu menarik perhatian audiens mancanegara.
Terkait pengelolaan dana dari iklan dan biaya langganan Premium, Gustav memberikan rincian alokasinya. Pihak Spotify mengklaim mengembalikan sekitar 70 persen dari total pendapatan tersebut kepada para pemegang hak cipta.
Skema pembagian ini dinilai menjadi bentuk transparansi platform dalam mendukung keberlanjutan industri musik.
"What we can do is help to make the overall system as transparent as possible," tambah Gustav.
Selain itu, Gustav juga meluruskan kesalahpahaman mengenai mekanisme pengiriman dana kepada para pelaku industri. Platform streaming ini tidak mengirimkan uang secara langsung ke rekening pribadi penyanyi atau pencipta lagu.
"Satu hal yang perlu diperjelas adalah Spotify tidak membayar artis secara langsung. Kami membayar royalti kepada para pemegang hak cipta, label, distributor, penerbit, dan pihak lainnya," jelasnya.
Mengenai nominal akhir yang diterima oleh setiap musisi, jumlahnya akan sangat bergantung pada kontrak yang berlaku. Besaran pendapatan tersebut kembali pada bentuk perjanjian yang telah disepakati bersama pihak label atau distributor masing-masing.