Koperasi Mandiri Siap Kelola Industri Sawit dari Hulu hingga Hilir
Kementerian Koperasi mendorong keterlibatan koperasi secara mandiri dalam ekosistem industri sawit dari hulu hingga hilir guna memproduksi minyak goreng. Upaya penguatan peran koperasi dalam tata niaga komoditas strategis ini dirilis berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, seperti dilansir dari Detik Finance pada Jumat (3/7/2026).
Koperasi ditargetkan tidak lagi sekadar bergantung pada pihak swasta, melainkan mampu mengelola kebun secara mandiri hingga memiliki pabrik pengolahan crude palm oil (CPO). Langkah hilirisasi tersebut diambil untuk menyelesaikan persoalan ironis di mana para petani sawit justru kerap mengantre minyak goreng di lapangan.
Keterlibatan koperasi dalam rantai produksi komoditas ini ditegaskan langsung oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam konferensi pers resmi.
"Kalau yang kemarin kan semuanya swasta, kebunnya swasta CPO-nya swasta, produk turunannya swasta, sekarang atas arahan Bapak Presiden, koperasi itu harus terlibat dari bukan hanya di kebun tapi juga ikut terlibat di proses produksinya sampai ke produk turunannya," ujar Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.
Penegasan mengenai kemandirian ini dilanjutkan dengan rencana pemrosesan produk turunan kelapa sawit menjadi minyak makan merah atau minyak goreng. Hasil industri hilir tersebut nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat luas melalui jaringan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih.
"Jadi kita tidak bergantung lagi dengan pabrik-pabrik CPO yang dimiliki oleh pihak yang lain. Jadi koperasi bisa lebih mandiri dan harapannya nanti hasil produk turunannya bisa minyak makan merah atau minyak goreng dan sebagainya, dan hasil produksinya kalau nanti bisa sampai ke minyak goreng," beber Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.
Sebagai langkah konkret pembentukan ekosistem tersebut, pemerintah menjadwalkan peresmian pabrik CPO kelolaan koperasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Agenda peresmian fasilitas pengolahan ini ditargetkan terlaksana pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang.
"Kami nanti akhir bulan Juli atau awal Agustus kami akan melaksanakan apa peresmian pabrik CPO oleh koperasi di Musi Banyuasin dan dengan luas lahan 3.100 hektare (ha) dengan kemampuan produksi 60 ton per jam," tutur Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.