Argentina Hadapi Cabo Verde di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Tim nasional Argentina bersiap menghadapi tim debutan Cabo Verde dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat, pada Jumat, 3 Juli 2026 waktu setempat atau Sabtu pagi WIB.
Pertandingan gugur ini menjadi momen bersejarah karena kapten Argentina, Lionel Messi, akan mencatatkan rekor penampilan ke-30 di Piala Dunia sekaligus menandai laga ke-100 pelatih Lionel Scaloni bersama Albiceleste. Laga krusial ini sempat diwarnai peringatan cuaca buruk dari Layanan Cuaca Nasional (NWS) AS yang memprediksi badai petir dan hujan deras di area Miami, bahkan sempat memicu evakuasi singkat di arena FIFA Fan Fest di Bayfront Park.
Kendati menghadapi sang juara bertahan yang bertabur bintang, pelatih Cabo Verde, Pedro Brito atau Bubista, menegaskan skuadnya tidak gentar karena tim kecil juga memiliki hak untuk bermimpi di panggung tertinggi dunia.
"Kami berada di sini karena prestasi. Dalam tiga pertandingan terakhir, kami telah menunjukkan bahwa kami mampu bersaing di level tinggi. Kami tahu kualitas lawan kami, tetapi kami juga memiliki mimpi," ujar Bubista seperti dikutip dari detikSport.
Bubista menambahkan bahwa tim-tim non-unggulan di turnamen kali ini sudah membuktikan kapasitas mereka dengan menumbangkan negara-negara raksasa sepak bola.
"Tim-tim yang disebut 'tim kecil' telah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level permainan yang sama dengan tim-tim yang disebut 'tim-tim superior'," kata Bubista.
Bubista menegaskan kesiapan timnya untuk memberikan perlawanan sengit demi melanjutkan catatan emas Cabo Verde yang lolos dari fase grup tanpa kekalahan.
"Ini menunjukkan bahwa tim-tim kecil juga mampu menghadapi pertandingan-pertandingan yang paling menantang. Argentina akan menjadi lawan yang menantang bagi kami, tetapi kami juga ingin pertandingan itu menantang bagi mereka," pungkas Bubista.
Di kubu suporter, antusiasme besar ditunjukkan oleh Thiago Gomez, seorang pemegang tiket musiman Inter Miami, yang melihat laga ini sebagai kepulangan Messi ke kota yang kini menjadi rumahnya.
“For us this is just a chance to celebrate him,” kata Thiago Gomez dilansir dari The Guardian.
Gomez menambahkan adanya perbedaan atmosfer yang besar ketika melihat sang megabintang bermain untuk klub dibandingkan saat membela negaranya di turnamen sebesar Piala Dunia.
“It’s nice to have him here [every day] but it is something different entirely to see him play for the national team … you get the sense that he loves playing for Miami but he’s clearly possessed right now with Argentina, with the World Cup, with all of it,” lanjut Thiago Gomez.
Sementara itu, tantangan besar di lini pertahanan Cabo Verde akan dikomandoi oleh bek Roberto 'Pico' Lopes, yang mendapatkan dukungan penuh dari sang ibu, Judy Lopes.
"He'll relish the challenge of taking on Messi at the weekend and he's always very composed, confident and performs very well under pressure," kata Judy kepada BBC Sport NI.
Judy mengunggapkan bahwa putranya memiliki pengalaman yang cukup dari kompetisi Eropa bersama Shamrock Rovers serta dua kali penyerangan di Piala Afrika untuk mengatasi tekanan yang ada.
"He just takes it all in the stride. He's very grounded, level-headed and he'll be well able to block out the noise that's around in this fixture," tambah Judy Lopes.
Ketika ditanya mengenai situasi tidak terduga ini, Judy mengaku seperti bermimpi melihat anaknya bersiap menghadapi salah satu pemain terbaik di dunia.
"Not at all. Not in a million years, it's like I'm watching it all happen from the outside," ujar Judy Lopes.
Judy bahkan berseloroh bahwa Lionel Messi pasti sedang menganalisis rekaman pertandingan anaknya sebelum laga dimulai.
"Also that he, Messi, will be studying Pico's form before Friday and analysing his strategy and seeing how he's going to beat the rock at the back!" cetus Judy Lopes.
Meskipun menyadari Argentina jauh lebih diunggulkan, Judy meyakini status Cabo Verde sebagai tim kesayangan turnamen bisa menghadirkan keajaiban lain.
"I think where maybe Argentina are the favourites to win the tournament, I think Cape Verde are the darlings of the tournament, without a doubt," tutur Judy Lopes.
Judy berharap dongeng indah Cabo Verde sebagai negara berpenduduk terkecil yang lolos ke fase gugur Piala Dunia masih bisa terus berlanjut.
"It would be wonderful [if they progressed]; anything is possible in football. At the end of the day, it's 90 minutes and it's 11 against 11 and anything can happen," sebut Judy Lopes.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan tinggi agar tim perwakilan Afrika barat tersebut melaju ke fase berikutnya.
"So, let's hope the fairytale continues and they move on to the next stage," pungkas Judy Lopes.
Ketenangan yang sama juga disampaikan oleh sang ibu dalam laporan terpisah dari media RTE terkait kesiapan mental putranya menjelang pertandingan besar ini.
"Pico is his usual calm, confident and composed self, he's well able for these matches," kata Judie Lopes kepada RTE.
Judie mengingatkan kembali rekam jejak Pico yang sudah terbiasa bermain di level kompetisi antarklub Eropa seperti Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi.
"He’s been performing at the top level for a number of years; he’s been to two Afcons [Africa Cup of Nations], he’s been to Europe with his team Shamrock Rovers over the last few years in the Champions League, the Europa League and the Conference League so it won’t faze him at all," jamin Judie Lopes.
Ia sangat menantikan duel tersebut dan berharap anaknya bisa meredam pergerakan lini serang Albiceleste.
"He’s going to enjoy the challenge and hopefully manages to stop Messi scoring as well," imbuh Judie Lopes.
Rasa bangga yang mendalam turut disampaikan oleh sang ayah, Carlos Lopes, atas pencapaian karier dan dedikasi anaknya untuk tanah airnya.
"That was his dream to become a footballer," ungkap Carlos Lopes.
Carlos memuji karakteristik putranya yang tetap rendah hati dan berkepala dingin di dalam maupun luar lapangan hijau.
"He's in the middle of it now. He's still as quiet as he was a young guy. He doesn't panic, he just gets on with the game," puji Carlos Lopes.
Kakak Pico, Jacques Lopes, memberikan saran taktis yang cukup menarik bagi Lionel Messi jika ingin melewati adangan adiknya di area penalti.
"Just to make sure you have the first good touch because it should be a fierce battle in fairness," saran Jacques Lopes.
Jacques memprediksi laga ini akan berjalan dengan tensi tinggi namun penuh dengan kebanggaan bagi keluarga mereka.
"I'm looking forward to it, I think Pico will be looking forward to it as well, testing himself against the best. Hopefully, it's a tough battle, but he can do himself proud," tutup Jacques Lopes.
Berdasarkan laporan Reuters di Miami, Scaloni menurunkan susunan pemain utama termasuk Emiliano Martínez, Cristian Romero, Lisandro Martínez, Alexis Mac Allister, Enzo Fernández, dan menempatkan Lautaro Martínez sebagai rekan duet Messi di depan, sedangkan penjaga gawang andalan Cabo Verde, Vozinha, siap mengawal gawang Tubarões Azuis.