Sido Muncul Fasilitasi Operasi Sumbing Bibir Gratis 50 Pasien
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk memfasilitasi operasi gratis sumbing bibir dan langit-langit bagi 50 pasien senilai Rp325 juta di RS Hermina Galaxy, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (2/7/2026).
Program kemanusiaan lewat produk Kuku Bima dan Tolak Angin ini bekerja sama dengan Smile Train Indonesia, seperti dilansir dari Detikcom. Bantuan diserahkan oleh Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Country Manager dan Program Director Smile Train Indonesia Deasy Larasati.
Kegiatan yang rutin digelar sejak 2018 di berbagai wilayah Indonesia ini tercatat telah mendanai operasi bagi total 774 pasien hingga pertengahan tahun 2026.
"Sesuai dengan perjalanan hidup saya, perusahaan ini harus bisa memberi manfaat," kata Irwan Hidayat, Direktur Utama Sido Muncul.
Irwan menyatakan bahwa aksi sosial tersebut ditujukan guna meringankan beban psikologis serta finansial orang tua pasien. Kelainan ini dipastikan bisa diatasi secara medis sehingga ia mendorong keluarga pasien untuk tetap bersikap optimistis.
"Jadi setiap orang itu di dalam perjalanan hidupnya pasti mengalami kesulitan-kesulitan. Dan setiap kesulitan kalau ini selesai nanti pasti ada lagi. Karena kesulitan itu akan datang tiap hari.
Tapi Tuhan juga baik, artinya memberi jalan setiap ada kesulitan. Setiap kali juga diberi jalan, jalan untuk keluar dari kesulitan itu," ujar Irwan Hidayat, Direktur Utama Sido Muncul.
Pihak Smile Train Indonesia mengapresiasi keberlanjutan program donor yang dinilai memberikan dampak luas bagi peningkatan kepercayaan diri anak-anak penderita bibir sumbing.
"Dan ini merupakan salah satu support yang sangat berkelanjutan dari Sido Muncul. Tidak hanya anak-anak yang berasal dari daerah terdekat, tapi Sido Muncul sendiri sudah memberikan lebih 500 operasi untuk pasien di seluruh Indonesia," kata Deasy Larasati, Country Manager dan Program Director Smile Train Indonesia.
Deasy memaparkan bahwa pasien yang mendapat dukungan biaya medis ini tersebar hingga wilayah Makassar serta Nusa Tenggara Timur.
"Mungkin Pak Irwan tidak melihat langsung anak-anak ini, tapi ada anak yang dari Makassar, ada yang dari NTT. Mereka juga mendapatkan support dari Sido Muncul, Pak. Terima kasih banyak," ungkap Deasy Larasati, Country Manager dan Program Director Smile Train Indonesia.
Ia menekankan pentingnya operasi ini untuk memulihkan hak anak-anak agar bisa menempuh pendidikan tanpa harus mengalami pengucilan sosial akibat kondisi fisik mereka.
"Anak-anak ini juga mempunyai hak. Jangan karena kurangnya kepedulian kita sehingga mereka harus berhenti sekolah karena malu, karena dikucilkan. Padahal mereka juga sama seperti anak-anak lain. Mereka juga mempunyai hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan diperlakukan sebagaimana anak-anak lainnya," tutur Deasy Larasati, Country Manager dan Program Director Smile Train Indonesia.
Prosedur pembedahan medis ini ditegaskannya berlangsung dalam durasi yang relatif singkat demi memperbaiki kualitas hidup masa depan sang anak.
"Karena kehidupan mereka sudah penuh tantangan, sudah terlahir dengan kondisi sumbing, ditolak oleh keluarga, ditolak oleh lingkungan. Tapi sebenarnya semua bisa diperbaiki dengan cara dioperasi yang operasinya tidak lebih dari 1 jam," sambung Deasy Larasati, Country Manager dan Program Director Smile Train Indonesia.
RS Hermina Galaxy menyatakan kesiapan penuh dengan mengerahkan fasilitas medis serta tim dokter spesialis yang kompeten dalam mendukung jalannya operasi sosial tersebut.
"Kita Rumah Sakit Hermina Galaxy sangat mendukung. Kita punya spesialis bedah plastik, kita punya dokter bedah umum, bedah mulut," jelas dr. Hardimas, M.Kes., CRP, Direktur RS Hermina Galaxy.
Secara medis, kelainan celah bibir dipengaruhi oleh multifaktor, dengan faktor bawaan atau keturunan sebagai pemicu yang paling dominan.
"Kalau untuk penyebab celah bibir itu memang masih dari faktor genetik. Faktor genetik itu paling banyak. Salah satunya ya, tapi multifaktor.
Termasuk tadi apakah ada trauma saat hamil atau obat-obatan," kata dr. Joni Putra, Sp.BMM, FICS, Dokter Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial RS Hermina Galaxy.
Deteksi dini terhadap risiko kelainan janin ini disarankan dipantau sejak trimester kedua kehamilan menggunakan pemeriksaan ultrasonografi.
"Kalau untuk pencegahannya memang dari awal kehamilan. Yang pertama harus kontrol atau perawatan ke dokter kandungan. Salah satunya tadi dari awal kehamilan.
Di usia tertentu melalui USG sudah bisa diketahui. Kalau usia janin 3 bulan atau lebih, di trimester kedua atau ketiga akan lebih tampak," ungkap dr. Joni Putra, Sp.BMM, FICS, Dokter Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial RS Hermina Galaxy.
Jika janin terindikasi mengalami kelainan, pihak medis mengimbau orang tua tetap tenang dan mempersiapkan rujukan penanganan yang tepat setelah kelahiran.
"Nah nanti biasanya sampai dia lahiran, keluarga sudah bisa persiapan. Nanti mau dibawa ke mana, supaya penanganan celah bibir itu lebih tepat," ungkap dr. Joni Putra, Sp.BMM, FICS, Dokter Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial RS Hermina Galaxy.
Pembedahan untuk sumbing bibir idealnya dikerjakan pada usia 3 bulan, sedangkan tindakan untuk celah langit-langit disarankan pada usia 1,5 tahun agar tidak mengganggu perkembangan bicara anak.
"Kita sudah melakukan operasinya, bukan 3 bulan baru datang ya. Kalau untuk celah langit-langit itu idealnya di usia 18 bulan atau 1,5 tahun sudah mulai persiapan operasi dan dilakukan operasi. Sehingga nanti saat dia mulai belajar bicara, dia tidak ada masalah untuk bicaranya," jelas dr. Joni Putra, Sp.BMM, FICS, Dokter Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial RS Hermina Galaxy.
Edeen dan Komala Sari, selaku orang tua salah satu pasien, merasa sangat terbantu oleh adanya program ini karena mengurangi beban emosional mereka.
"Awalnya mungkin hancur ya, pasti. Ya, sedih gitu," jelas Komala Sari, Orang Tua Pasien.
Komala Sari sempat merasa khawatir anaknya akan tumbuh dengan rasa minder di tengah lingkungan sosialnya.
"Merasa gimana gitu, merasa kecil hati. Untuk berdamai sama diri sendiri itu susah. Ya, lumayan lama," ungkap Komala Sari, Orang Tua Pasien.
Bantuan dari Sido Muncul diakui memberikan harapan dan motivasi baru bagi masa depan putra mereka.
"Alhamdulillah sekali ya. Ada program ini sangat membantu kita, jadi kita juga tambah semangat. Terima kasih Sido Muncul atas bantuannya," tutup Komala Sari, Orang Tua Pasien.