Saham Asia Pasifik Menguat Saat Transaksi Reguler IHSG Justru Turun
Pasar saham dan mata uang di kawasan emerging market Asia Pasifik bergerak menguat secara kompak di tengah momentum libur perdagangan bursa Amerika Serikat pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026.
Kondisi regional tersebut turut mengerek Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hingga ditutup naik 2,28 persen ke level 5.875,78, setelah sempat merosot lebih dari 3 persen sepanjang pekan ini hingga menyentuh titik terendah pada level 5.607.
Kendati IHSG mengalami penguatan yang signifikan, nilai transaksi saham di pasar reguler domestik dilansir dari idnfinancials.com justru mencatatkan penurunan sekitar 10 persen menjadi Rp9,13 triliun.
Nilai transaksi harian pada akhir pekan tersebut dilaporkan masih berada di bawah rata-rata volume perdagangan dalam 20 hari aktif bursa terakhir.
PT Bank Central Asia Tbk dengan kode saham BBCA kembali mendominasi dengan catatan transaksi tertinggi yang mencapai Rp1,21 triliun, di mana harga saham bank milik Grup Djarum dan Salim ini melesat 4,31 persen ke posisi Rp6.050 per lembar.
Kenaikan indeks domestik ditopang oleh seluruh sektor yang kompak menghijau, dengan pertumbuhan tertinggi dipimpin oleh sektor industri sebesar 3,61 persen serta sektor barang baku yang menyusul dengan penguatan 3,24 persen.
Di tingkat regional, indeks KOSPI Korea Selatan memimpin penguatan sebesar 5,76 persen, sementara IHSG dan Hang Seng sama-sama menguat 1,28 persen, berbeda dengan indeks MXAP MSCI Asia Pasifik yang justru melemah 1,43 persen.
Seiring pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,12 persen karena libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, mata uang won Korea memimpin penguatan sebesar 0,50 persen sedangkan nilai tukar rupiah terapresiasi 0,18 persen ke level Rp17.963 per dolar AS menurut data Bloomberg.