Harga Perak Antam Melonjak ke Rp41.150 per Gram
Harga perak murni PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak tajam sebesar Rp1.350 hingga menyentuh level Rp41.150 per gram pada Jumat, 3 Juli 2026. Lonjakan ini dipicu oleh penguatan harga perak di pasar internasional yang meroket seiring meningkatnya permintaan aset aman akibat ketegangan geopolitik global.
Berdasarkan pantauan dari laman Logam Mulia yang dilansir investor.id, kenaikan signifikan pada hari Jumat melanjutkan tren positif setelah pada Kamis, 2 Juli 2026, harga perak Antam juga melesat Rp600 menuju angka Rp39.800 per gram. Sehari sebelumnya, yakni pada Rabu, 1 Juli 2026, harga komoditas ini sempat melemah Rp100 ke posisi Rp39.200 per gram. Penurunan juga sempat terjadi pada Senin, 29 Juni 2026, sebesar Rp500 ke level Rp39.300 per gram setelah sempat menguat pada akhir pekan sebelumnya.
Untuk rincian harga perak batangan murni Antam pada Jumat, 3 Juli 2026, ukuran 250 gram dipatok dengan harga dasar Rp10.687.500 atau mencapai Rp11.863.125 setelah dikenakan PPN 11%. Sementara itu, ukuran 500 gram dijual dengan harga dasar Rp20.575.000 dan menjadi Rp22.838.250 termasuk pajak. Varian Perak Antam Heritage ukuran 31,1 gram dipasarkan sebesar Rp2.028.576 dan ukuran 186,6 gram dibanderol Rp10.926.713 setelah dikenakan PPN 11%.
Di pasar spot internasional, harga perak dunia merangkak naik sebesar 1,89% ke level US$61,98 per ons pada Jumat, 3 Juli 2026. Pergerakan ini berbalik arah dari kondisi perdagangan pada Senin, 29 Juni 2026, saat harga perak dunia sempat dibuka melemah 1,29% ke level US$58,29 per ons. Berdasarkan data harga-emas.org yang dikutip pintu.co.id, nilai perak murni global setara dengan Rp35.924 per gram atau Rp1.119.123 per troy ounce dengan mengacu kurs Rp17.989 per dolar AS.
Selain berfungsi sebagai instrumen investasi perlindungan nilai yang berkorelasi dengan emas, perak memiliki nilai guna tinggi di sektor teknologi modern karena karakteristik konduktivitas listrik dan termalnya yang superior. Dilansir dari mediakompeten.co.id, komoditas ini menjadi bahan baku vital bagi produksi panel surya, komponen elektronik, peralatan medis, hingga baterai kendaraan listrik. PT Antam sendiri merupakan satu-satunya perusahaan pemurnian logam mulia di Indonesia yang mengantongi sertifikasi internasional dari London Bullion Market Association (LBMA).