Mayoritas Orang Tua Masih Percaya Keberadaan Sekolah Favorit
Sebanyak 80,2 persen orang tua atau wali murid meyakini keberadaan sekolah favorit dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berdasarkan hasil survei Lembaga Survei KedaiKOPI yang dilansir dari Detikcom pada Jumat (3/7/2026).
Pengumpulan data jajak pendapat ini melibatkan 585 responden daring menggunakan metode Computer Assisted Self Interview (CASI). Riset tersebut bertujuan mendeteksi melekatnya persepsi sekolah incaran di tengah masyarakat walau istilah tersebut tidak lagi digunakan pemerintah.
Head of Research Lembaga Survei KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, memaparkan bahwa pandangan ini didorong oleh pembuktian rekam jejak prestasi siswa di lembaga pendidikan terkait.
"Ternyata memang sebesar 80,2% dari orang tua atau wali itu menjawab masih ada persepsi sekolah yang menjadi incaran banyak orang tua atau wali gitu yang yang masih menjadi favorit bagi orang tua ini agar anaknya masuk," tutur Ashma Nur Afifah, Head of Research Lembaga Survei KedaiKOPI.
Faktor utama pembentuk label favorit meliputi nama baik sekolah (44,4%), banyaknya lulusan yang menembus kampus ternama (40,5%), serta tingginya nilai akademik siswa (39,5%). Selain itu, kelengkapan fasilitas (31,5%) dan kedisiplinan budaya sekolah (30,1%) turut menjadi alasan bagi responden.
"Selain itu juga lebih berhubungan dengan SMA, jadi memang terbukti bahwa lulusan sekolah tersebut banyak diterima di sekolah atau kampus ternama," jelas Ashma Nur Afifah, Head of Research Lembaga Survei KedaiKOPI.
Indikator pendorong lainnya adalah persepsi kualitas guru sebesar 22,6 persen dan keamanan lingkungan dari kejahatan sebanyak 14,7 persen. Ikatan alumni yang populer menyumbang 6 persen, disusul keterjangkauan biaya 5,8 persen, dan lokasi strategis 0,3 persen.
"Jadi memang persepsi sekolah favorit ini lebih banyak didorong fakta dan bukti prestasi siswa," ujar Ashma Nur Afifah, Head of Research Lembaga Survei KedaiKOPI.
Di sisi lain, saat orang tua menentukan pilihan nyata dalam SPMB, pertimbangan jarak dari rumah ke sekolah menjadi aspek tertinggi yang dipilih oleh 50,9 persen responden. Status sekolah negeri berada di urutan berikutnya dengan persentase sebesar 36,1 persen.
"Lalu pertimbangan tentang biaya pendidikan yaitu sebanyak 30,4%. Lainnya ada juga tentang prestasi akademik di sekolah ayang akan didaftar dan juga reputasi sekolah," ujar Ashma Nur Afifah, Head of Research Lembaga Survei KedaiKOPI.