DPR Minta Isu Laut China Selatan Diselesaikan Lewat Dialog

Share

Gangguan pada sektor perdagangan di kawasan ASEAN dikhawatirkan dapat terjadi akibat mencuatnya isu sengketa Laut China Selatan (LCS). Merespons potensi tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel meminta agar persoalan tersebut segera diselesaikan melalui jalur dialog antarnegara yang terlibat. Seperti dikutip dari Detik Finance, kelancaran sektor perdagangan dan stabilitas kawasan ASEAN sangat bergantung pada terjaganya perdamaian.

Di sisi lain, tensi konflik berupaya ditekan melalui akselerasi negosiasi Code of Conduct (COC) Laut China Selatan antara negara-negara ASEAN dan China.

Proses diskusi mengenai COC tersebut kini dilaporkan telah memasuki fase pembahasan lanjutan atas dorongan dari keketuaan ASEAN. "Sebagai negara sahabat, kami di Indonesia mendorong agar penyelesaian konflik Laut China Selatan bisa menggunakan jalur-jalur dialog," kata Gobel.

Mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut turut mengajak seluruh pihak terkait untuk senantiasa mengedepankan semangat persahabatan antar bangsa. Sebagai anggota dewan yang membidangi urusan perdagangan, Gobel menilai stabilitas di Asia Tenggara menjadi kunci utama dalam membangkitkan perekonomian regional.

"Perdamaian kawasan dapat menjadi kekuatan ASEAN. Dengan begitu pertumbuhan ekonomi kawasan dapat terjaga, perdagangan di masing-masing negara tetap sehat, yang pada akhirnya membawa kemakmuran untuk masyarakat setiap negara ASEAN, termasuk Indonesia juga," kata Gobel. Gobel juga menekankan bahwa penyelesaian COC perlu mengedepankan nilai kekeluargaan di antara seluruh anggota yang terlibat di dalamnya. Filipina selaku Ketua ASEAN 2026 dilaporkan telah mendorong percepatan COC dengan China sebagai wujud kontribusi terhadap keamanan maritim global.

"Apalagi mayoritas merupakan sesama negara satu rumpun, punya budaya yang hampir sama. Kami berharap negara-negara yang terlibat dapat mengedepankan semangat kekeluargaan untuk negosiasi COC," tutur Gobel.

Meskipun tidak terlibat secara langsung dalam konflik, Indonesia dipandang tetap memiliki peran strategis dalam upaya resolusi sengketa Laut China Selatan. Indonesia secara konsisten terus memberikan bantuan melalui promosi dialog perdamaian guna meredam konflik di wilayah perairan tersebut. "Dan bila memang diperlukan, Indonesia bisa menjembatani negara-negara ASEAN dengan China untuk mencari titik tengah terbaik dalam menyelesaikan sengketa Laut China Selatan," kata Gobel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author