Dokter Ungkap Lonjakan Kasus Serangan Jantung Usia Muda Akibat Gaya Hidup

Share

Kasus kematian mendadak dan pingsan saat berolahraga di kalangan anak muda usia 20-an akibat penyakit vaskular kini kerap terjadi, seperti dilansir dari Detik Health. Kondisi ini memicu kekhawatiran besar mengenai pergeseran target serangan jantung yang kini mulai mengintai kelompok usia yang jauh lebih muda. Ahli jantung dari Bilecik Şeyh Edebali University, Turki, Dr Enes Çelik, memaparkan bahwa serangan jantung pada usia muda secara klinis merujuk pada pria di bawah 45 tahun dan wanita di bawah 55 tahun.

Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, ia mengamati adanya lonjakan kasus penyakit pembuluh darah serius yang sangat mengkhawatirkan justru pada kelompok usia 20-an dan 30-an.

"Usia biologis dan usia vaskular (pembuluh darah) sekarang semakin berbeda," tegas Dr Çelik menggarisbawahi dampak buruk gaya hidup modern, dikutip dari Daily Sabah. Beberapa faktor risiko baru memicu peningkatan kasus ini, salah satunya adalah gaya hidup minim gerak atau sedentary lifestyle yang menjadi akar masalah metabolisme.

Kebiasaan duduk sepanjang hari di depan layar gadget memicu penambahan berat badan, resistensi insulin, hipertensi, hingga kekakuan arteri. Selain itu, kebiasaan begadang hingga dini hari demi menatap layar gawai turut menekan sekresi hormon melatonin dalam tubuh.

"Melatonin bukan hanya hormon tidur. Melatonin juga merupakan pengatur biologis yang memengaruhi sistem pembuluh darah, keseimbangan tekanan darah, dan metabolisme," jelas Dr Çelik. Dampaknya, tubuh dipaksa dalam keadaan siaga terus-menerus yang lambat laun memicu hipertensi, obesitas, diabetes, hingga gangguan irama jantung atau aritmia. Tekanan psikologis era digital seperti stres kronis akibat media sosial dan fenomena FOMO juga ikut andil merusak organ vital ini.

"Ketika otak tidak bisa beristirahat, jantung pun tidak bisa beristirahat," tambahnya.

Konsumsi junk food, makanan tinggi olahan, serta asupan garam dan gula berlebih menjadi perusak utama kesehatan pembuluh darah berikutnya. Dr Çelik mengingatkan bahwa anggapan tubuh kurus pasti sehat adalah salah kaprah karena mereka tetap bisa memiliki kadar kolesterol tinggi. Tren konsumsi minuman energi dengan kandungan kafein dan stimulan tinggi juga disorot karena dapat memicu aritmia fatal jika diminum sebelum berolahraga.

Gejala serangan jantung pada usia muda jarang muncul dalam bentuk nyeri dada klasik yang hebat melainkan menyamar secara halus.

Tanda-tanda tersebut meliputi sesak napas tiba-tiba, jantung berdebar tanpa sebab, kelelahan tidak biasa, serta sensasi dada tertekan yang mirip maag. Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah munculnya keringat dingin serta nyeri yang menjalar hingga ke area rahang atau punggung.

Dr Çelik mengimbau agar sensasi sesak dada atau pingsan saat berolahraga tidak dianggap remeh karena sifatnya bisa lebih mematikan dibanding pada lansia. "Pada orang dewasa yang lebih tua, pembuluh darah kolateral yang berkembang selama bertahun-tahun menciptakan mekanisme perlindungan; namun, pembuluh darah muda tidak siap," tuturnya.

Pola pikir meremehkan dengan dalih masih muda atau sekadar kebanyakan minum kopi merupakan hal yang paling berbahaya bagi kesehatan. Penyakit jantung berkembang secara diam-diam selama bertahun-tahun sehingga memantau tekanan darah, gula darah, kolesterol, kualitas tidur, dan manajemen stres harus dimulai sedini mungkin.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author