Selisih Skor Tes IQ Anak Ternyata Berkaitan dengan Gejala ADHD

Share

Selisih skor tes IQ anak ternyata memiliki hubungan erat dengan gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Anak dengan ADHD yang menunjukkan perbedaan besar antara kecerdasan verbal dan nonverbal diketahui lebih sulit mengendalikan diri serta menjaga fokus. Kondisi ini dipengaruhi oleh aliran darah yang lebih rendah di bagian depan otak saat anak mencoba mengontrol impuls, seperti dilansir dari HaiBunda berdasarkan studi dalam PsyPost.

ADHD sendiri merupakan gangguan perkembangan pada anak usia sekolah yang ditandai dengan perilaku impulsif, sulit fokus, dan hiperaktif. Psikolog mengukur kemampuan berpikir anak melalui dua kelompok tes kognitif. Kecerdasan verbal mengukur aspek bahasa dan pengetahuan, sementara kecerdasan nonverbal menilai kemampuan visual, penalaran, serta pemecahan masalah.

Perbedaan besar antara kemampuan verbal dan nonverbal sering kali ditemukan pada anak dengan gangguan ADHD. Kemampuan verbal mencerminkan hasil belajar, sedangkan kemampuan nonverbal menggambarkan cara anak menyerap data baru dan memecahkan masalah.

Tim peneliti dari Rumah Sakit Anak Fujian di China melakukan studi untuk memastikan dampak perbedaan kemampuan tersebut terhadap perilaku harian anak. Penelitian ini melibatkan 114 anak berusia 6 hingga 12 tahun yang telah didiagnosis ADHD dengan skor IQ minimal 70 dan tidak sedang mengonsumsi obat. Para peserta menjalani tes kognitif untuk mengukur kemampuan verbal dan nonverbal mereka. Hasil tes membagi anak-anak ke dalam dua kelompok, yakni kelompok dengan selisih skor besar dan kelompok dengan skor relatif seimbang.

Orang tua juga diminta mengisi kuesioner mengenai perilaku harian anak. Selain itu, anak-anak mengikuti tes komputer untuk mengukur kecepatan respons serta kemampuan mengendalikan diri saat menerima perintah tertentu.

Hubungan Selisih Skor IQ dengan Aktivitas Otak

Sebanyak 46 anak dipilih secara acak untuk mengikuti pemeriksaan lanjutan menggunakan pemindaian otak fungsional. Pemeriksaan ini memakai topi khusus dengan sensor cahaya untuk melihat perubahan aliran darah beroksigen saat anak menyelesaikan tugas. Anak-anak diminta memainkan permainan berbasis komputer untuk menguji kemampuan menahan respons melalui visual hewan.

Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok dengan selisih skor IQ besar lebih sering kesulitan memulai tugas baru dan berpindah aktivitas. Kelompok ini juga memiliki waktu reaksi lebih lambat dan sering melakukan kesalahan saat harus menahan diri. Peneliti menyimpulkan bahwa selisih skor tes IQ tersebut berkaitan langsung dengan keparahan gejala ADHD pada anak.

Studi yang dipimpin oleh Xin Chen bersama rekan-rekannya mendapati perbedaan paling mencolok ada pada skor aritmatika. Kemampuan ini berhubungan dengan memori kerja yang memengaruhi tingkat keparahan gejala ADHD.

Hasil pemindaian membuktikan anak dengan selisih skor IQ besar memiliki aliran darah lebih rendah di area otak pengatur emosi dan pengambilan keputusan. Semakin berat gangguan ADHD yang dialami, maka semakin rendah aliran darah di area tersebut. Kemampuan memeriksa tugas sendiri juga memengaruhi fokus anak dalam beraktivitas. Namun, peneliti mencatat keterbatasan studi ini karena masih menggunakan alat tes versi lama dan hanya melibatkan sampel anak-anak di China.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author