Vadym Yermolaiev Terluka Akibat Ledakan Bom di Apartemen Monako
Sebuah ledakan bom mengguncang apartemen di Monako pada 29 Juni malam hingga melukai miliarder asal Ukraina, Vadym Yermolaiev, bersama dua orang lainnya, seperti dilansir dari Detikcom.
Pihak kepolisian menemukan bahwa insiden tersebut dipicu oleh ransel berisi bahan peledak yang ditinggalkan seorang pria misterius di lobi gedung. Serangan ini mengakibatkan seorang wanita berumur 50-an tahun kehilangan kedua kakinya, sementara Yermolaiev mengalami luka bakar dan luka akibat serpihan logam.
Jaksa Agung Monako, Stephane Thibault, menyatakan pada 1 Juli bahwa aparat kini menyelidiki peristiwa tersebut sebagai kasus dugaan percobaan pembunuhan. Tim penyelidik setempat juga mendalami indikasi keterlibatan Dinas Keamanan Ukraina (SBU) di balik serangan ini.
Yermolaiev merupakan pengusaha properti terkemuka dari Dnipro yang pernah masuk dalam daftar orang terkaya ke-23 di Ukraina versi majalah Forbes pada tahun 2020. Namun, Presiden Volodymyr Zelenskyy menjatuhkan sanksi personal selama 10 tahun kepadanya pada Desember 2023 karena bisnisnya di Krimea dituduh membantu pendanaan perang Rusia.
Nama Yermolaiev sebelumnya sempat mencuat dalam laporan investigasi media Ukraina mengenai jaringan miliarder yang menetap di Riviera Prancis selama masa perang, yang dikenal dengan istilah "Batalion Monako".
Otoritas Prancis dan Ukraina menduga kuat bahwa Yermolaiev merupakan target utama dalam pengeboman ini, meskipun motif pastinya masih dalam proses penyelidikan.