Julian Nagelsmann Panggil Leroy Sane ke Skuad Piala Dunia Jerman
Pelatih tim nasional Jerman Julian Nagelsmann mengambil langkah berisiko dengan resmi memanggil penyerang Galatasaray Leroy Sane ke dalam skuad Piala Dunia pada Kamis siang di Frankfurt.
Keputusan Nagelsmann tersebut memicu perdebatan karena mengesampingkan sejumlah pemain muda yang sedang naik daun seperti Said El Mala dari 1. FC Koln, Chris Fuhrich, dan Karim Adeyemi.
Nagelsmann mengawali penjelasan keputusannya dengan mengakui bahwa pemilihan penyerang berusia 30 tahun tersebut memicu tanda tanya besar terkait performa statistiknya.
"Dalam empat pertandingan terakhir bersama kami, ia telah mencetak lima gol," kata Nagelsmann saat membeberkan alasan pencalonan sang pemain.
Rasio gol tersebut dinilai sangat impresif oleh sang pelatih, meskipun catatan performa Sane di Turki sepanjang musim 2025/2026 tergolong minim dengan koleksi tujuh gol dan sembilan assist dari 43 laga resmi.
"Rasio golnya di level klub masih kurang, terutama pada tahun 2026." kata Nagelsmann menambahkan.
Mantan pelatih Bayern Munchen tersebut menegaskan bahwa Sane memegang peran penting dalam menjaga keharmonisan internal tim nasional Jerman menjelang turnamen besar.
"Yang menjadi kelebihannya: Dia sangat dihormati di dalam tim," kata Nagelsmann.
Pertimbangan subjektif berupa ikatan emosional antar-pemain senior menjadi alasan utama Nagelsmann lebih memilih Sane dibandingkan Said El Mala yang mengemas 13 gol dan lima assist untuk Koln.
"Dia adalah pemain yang semakin terlihat apa yang tidak dia miliki, karena sayangnya terkadang dia memiliki aura tertentu," kata Nagelsmann mengenai Sane yang sempat dicemooh suporter saat melawan Ghana.
Ketimbang memberikan kejutan dengan membawa darah muda, Nagelsmann mengutamakan faktor perekat tim yang dianggap menjadi kunci sukses para juara Piala Dunia terdahulu.
"Dia sangat cocok dengan filosofi permainan Koln. Kita harus memeriksa apakah dia juga cocok dengan filosofi permainan kita, terutama dalam hal intensitas serangan," kata Nagelsmann mengenai alasan absennya El Mala.
Nagelsmann menilai skema permainan Koln membuat El Mala terbiasa mengeksploitasi ruang kosong dalam serangan balik yang belum tentu cocok dengan kebutuhan tim nasional.
"Jika melihat heatmap dari Koln, itu sudah sangat dekat dengan gawang sendiri, dia memiliki banyak ruang untuk serangan balik di sana." kata Nagelsmann menjelaskan.
Pelatih berusia 38 tahun tersebut menambahkan bahwa ruang tersebut nantinya akan diisi oleh penyerang Borussia Dortmund, Maximilian Beier, yang memiliki catatan poin serupa di liga domestik.
"Laru kamu harus mempertimbangkannya," kata Nagelsmann.
Nagelsmann meminta semua pihak melihat komposisi skuad secara menyeluruh demi kecocokan gaya bermain antar-pemain di lapangan.
"Kamu harus memperhatikan gambaran besarnya dan memikirkan pemain mana yang cocok satu sama lain serta seberapa sering mereka sudah bermain bersama." kata Nagelsmann menambahkan.
Meski mengawali turnamen sebagai pemain pengganti akibat produktivitas yang rendah di klub, Sane diproyeksikan menjadi pemecah kebuntuan saat menghadapi tim dengan pertahanan rendah.
"Tentu saja, dia masih memiliki sesuatu yang sangat istimewa di ruang sempit," kata Nagelsmann.
Sane diplot untuk memberikan ancaman konstan memanfaatkan kecepatan dan kemampuan tekniknya ketika fisik pemain lawan mulai kelelahan di babak kedua.
"Rata-rata golnya yang kurang baik di klub membuatnya untuk saat ini berperan sebagai penantang. Dia bisa memicu sesuatu melawan lawan yang bertahan dalam atau saat lawan kelelahan dengan kecepatannya, tekniknya di ruang sempit, dan dalam permainan kombinasi." kata Nagelsmann memaparkan.
Bagi Sane, kompetisi akbar tahun 2026 ini dipandang sebagai momentum krusial sebelum masa pensiunnya tiba dari panggung internasional.
"Saya akan sangat senang jika bisa kembali berpartisipasi di Piala Dunia menjelang akhir karier saya. Ini adalah panggung terbesar dalam sepak bola, semua orang ingin berada di sana." kata Sane kepada kantor berita Turki DHA.
Nagelsmann menyadari konsistensi performa Sane di atas lapangan hijau selalu diliputi ketidakpastian.
"Kami jujur saja: Kami tidak pernah 100 persen yakin apa yang akan ditunjukkannya di lapangan," kata Nagelsmann kepada majalah kicker pada Maret lalu.
Walau penuh spekulasi, sang pelatih tetap menaruh kepercayaan tinggi pada hubungan profesional yang telah terjalin lama di antara keduanya.
"Saya sudah mengenalnya sejak lama, dan memiliki hubungan yang sangat baik dengannya," kata Nagelsmann.
Nagelsmann bertekad memotivasi Sane secara optimal agar penampilannya di Piala Dunia mampu meredam kritik publik.
"Saya yakin bisa memotivasinya sedemikian rupa sehingga setelah Piala Dunia, akan ada lebih banyak komentar positif daripada negatif mengenai sang pemain." kata Nagelsmann menutup penjelasannya.