Breel Embolo Bawa Swiss Ungguli Aljazair di Piala Dunia 2026
Penyerang tim nasional Swiss Breel Embolo berhasil mencetak gol cepat untuk membawa timnya memimpin 1-0 atas Aljazair dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, pada Jumat, 3 Juli 2026.
Gol tersebut tercipta pada menit ke-10 setelah Johan Manzambi melakukan aksi individu gemilang di sisi kiri pertahanan Aljazair sebelum melepaskan umpan matang yang diselesaikan dengan sontekan jarak dekat oleh Embolo menurut laporan live updates The New York Times.
Swiss langsung menekan sejak awal laga di bawah kepemimpinan kapten Granit Xhaka, sementara Aljazair yang dipimpin Riyad Mahrez sempat mengancam melalui Houssem Aouar namun sepakannya meleset dari target.
Sebelum pertandingan krusial ini dimulai, penjaga gawang utama Swiss Gregor Kobel mengungkapkan rasa bangganya karena dipercaya menjadi penerus Yann Sommer yang telah pensiun dari panggung internasional.
"It makes me very proud to play for Switzerland," kata Kobel dilansir dari ANI.
"A World Cup is always an emotional tournament. Getting to play for your country is something really special. That's why I'm very proud and grateful for this opportunity."
Kobel yang kini membela Borussia Dortmund mengingat kembali momen debutnya di Piala Dunia empat tahun lalu saat melawan Serbia yang menjadi batu loncatan kariernya.
"Four years ago, it was a brilliant experience for me to see how a World Cup works," jelas Kobel.
"Things are different now, and I'm delighted that I've been given this opportunity."
Meskipun menggantikan posisi kiper legendaris seperti Sommer, Kobel menegaskan bahwa dirinya memiliki gaya bermain yang berbeda namun tetap mengagumi etos kerja seniornya tersebut.
"Yann and I are very different goalkeepers," aku Kobel.
Kiper berusia 28 tahun itu berkomitmen untuk menggunakan pengalamannya demi memberikan rasa aman bagi lini belakang Swiss sepanjang turnamen ini berlangsung.
"As a keeper, you never know when you'll be needed. That's why you have to be ready at all times. I want to use my experience to instil a sense of calm and be there for the team at crucial moments," tutur Kobel.
Swiss memasuki fase gugur dengan percaya diri tinggi karena memiliki kedalaman skuad yang memadukan pemain berpengalaman dan talenta muda berbakat.
"We've put together a very good team," kata Kobel.
"We have a good mix of experience, young talent and quality. That is the key to success. I think we can go toe to toe with anyone."
Kendati demikian, Kobel tetap bersikap realistis mengenai dinamika sistem gugur yang tidak dapat diprediksi dengan mudah.
"In the end, you never know how a match will play out or how far you can go… You simply have to give it your all on the pitch – right down to the very end. Then we'll see how far it takes us," pungkas Kobel.
Di sisi lain, media Koha melaporkan trik unik Kobel yang melumuri tangannya dengan Vaseline dan membawa delapan pasang sarung tangan selama turnamen, serta lebih mempercayai intuisinya saat menghadapi penalti.
Pemenang dari pertandingan sengit antara Swiss dan Aljazair ini dijadwalkan akan menantang pemenang laga antara Kolombia melawan Ghana di babak 16 besar.