Sony Picu Kritik karena Berencana Hentikan Penjualan Game Fisik PlayStation

Share

Kebijakan baru Sony mengenai sistem penjualan game PlayStation memicu polemik luas di kalangan industri game. Dilansir dari Gamebrott, perusahaan tersebut mengumumkan rencana untuk menghentikan total penjualan game fisik mulai tahun 2028 mendatang. Langkah strategis ini menandakan bahwa Sony akan sepenuhnya mengalihkan sistem distribusi game mereka ke format digital.

Keputusan tersebut langsung memancing respons negatif dari mayoritas penggemar video game global. Gelombang kritik tidak hanya datang dari komunitas gamer, melainkan juga dari sejumlah brand dan developer terkemuka. Beberapa perusahaan memanfaatkan momentum ini untuk melayangkan sindiran keras terhadap kebijakan baru raksasa teknologi asal Jepang tersebut.

Gamesir merilis pengumuman mengenai rencana fiktif mereka untuk beralih dari memproduksi kontroler fisik ke kontroler digital. Sementara itu, brand makanan cepat saji Domino Pizza dan KFC turut menyindir dengan menyatakan produk mereka kini dapat dikonsumsi secara digital.

Proton yang merupakan penyedia layanan digital berbasis keamanan justru membuat pengumuman satir bahwa mereka akan bertransformasi menjadi produk fisik. Di sisi lain, Bethesda memanfaatkan situasi ini untuk mempromosikan edisi fisik dari proyek The Elder Scrolls IV: Oblivion Remastered yang akan menuju platform Nintendo Switch 2. Langkah Sony dinilai bertolak belakang dengan kampanye masa lalu mereka saat perilisan PlayStation 4 lebih dari satu dekade lalu. Kala itu, Sony merilis video tutorial cara meminjamkan game fisik kepada teman sebagai bentuk sindiran langsung kepada Xbox.

Peniadaan format fisik membuat pengguna PlayStation tidak lagi memiliki opsi untuk saling bertukar atau menjual game bekas. Bagi banyak pemain, keberadaan fisik game bukan sekadar media penyimpanan, melainkan bukti kepemilikan sah sekaligus barang koleksi berharga.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author