Microsoft Bentuk Divisi Baru Beranggota 6.000 Karyawan
Microsoft Corp. membentuk organisasi baru beranggotakan 6.000 karyawan untuk mendampingi perusahaan secara teknis dan strategis dalam mengadopsi kecerdasan buatan (AI) pada hari Kamis, 2 Juli 2026, waktu setempat, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.
Pembentukan unit baru ini melibatkan pekerja dengan keahlian di bidang teknik, pelatihan korporat, manajemen, serta spesialisasi industri tertentu. Langkah ini diambil di tengah tren vendor perangkat lunak yang mulai terjun langsung membantu implementasi teknologi di organisasi pelanggan, menggantikan peran yang biasa diserahkan kepada perusahaan konsultan.
"Keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan ini cukup unik — kami memiliki orang-orang yang telah berkecimpung di perbankan selama 20 tahun — di sektor ritel, energi, dan ilmu hayati," kata Judson Althoff, CEO bisnis komersial Microsoft.
Pendekatan dengan menempatkan insinyur di internal pelanggan dinilai mampu membuat penerapan AI menjadi lebih efisien sekaligus memberikan umpan balik langsung untuk pengembangan produk internal Microsoft. Model operasional seperti ini sebelumnya telah dipopulerkan oleh Palantir Technologies Inc. dan diterapkan oleh kompetitor lain seperti Salesforce Inc., OpenAI, hingga unit cloud Amazon.com Inc.
Kekhawatiran dari para pelanggan mengenai lonjakan biaya operasional AI juga menjadi salah satu pendorong utama di balik inisiasi pembentukan divisi khusus ini.
Melalui optimalisasi penggunaan teknologi tersebut, perusahaan teknologi raksasa ini dapat memandu para klien untuk menekan biaya pengeluaran.
Strategi efisiensi tersebut dilakukan dengan mengarahkan pelanggan untuk mengganti model kecerdasan buatan yang mahal menggunakan opsi model lain yang lebih terjangkau.