ECB Tegaskan Kenaikan Suku Bunga Bulan Lalu Sudah Tepat
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menyatakan bahwa keputusan institusinya untuk menaikkan suku bunga pada bulan lalu merupakan langkah yang sudah tepat demi menekan laju inflasi, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz pada Jumat (3/7/2026). Langkah moneter agresif tersebut diambil oleh ECB sebagai otoritas pertama di antara Kelompok Tujuh (G7) yang merespons lonjakan harga setelah pecahnya perang Iran. Kebijakan tersebut didasari oleh kekhawatiran terhadap rembesan guncangan ekonomi yang meluas jika inflasi dibiarkan tidak terkendali.
Kini tekanan inflasi di zona euro dilaporkan melambat lebih cepat dari perkiraan setelah harga minyak merosot tajam menyusul tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun demikian, Lagarde menegaskan bahwa dampak tidak langsung dari guncangan pasokan eksternal masih terus merambat ke berbagai sektor ekonomi.
"Kami yakin kami membuat keputusan yang tepat," kata Lagarde, Presiden ECB.
Lagarde menjelaskan bahwa mayoritas Dewan Gubernur sebenarnya telah siap mengambil tindakan sejak April lalu, namun keputusan tersebut harus ditunda karena keterbatasan data yang komprehensif. "Seince April, sebagian besar Dewan Gubernur siap untuk membuat keputusan tetapi kami tidak memiliki semua informasi yang diperlukan," kata Lagarde, Presiden ECB.
Terkait kondisi ekonomi terkini, pihak bank sentral terus mengamati potensi risiko dari efek lanjutan meskipun dampak putaran kedua tersebut belum terlihat secara nyata di pasar. "Kita menghadapi guncangan pasokan eksternal yang menyebar ke seluruh perekonomian, dan sekarang kita melihat efek tidak langsungnya," kata Lagarde, Presiden ECB.
Ia juga menambahkan bahwa perhatian penuh tetap diberikan terhadap pergerakan ekonomi demi menjaga stabilitas kawasan Eropa. "Kita juga memperhatikan dengan saksama risiko efek putaran kedua, meskipun sejauh ini belum terwujud," kata Lagarde, Presiden ECB. Di tengah situasi ketidakpastian global ini, Lagarde menepis isu mengenai kemungkinan dirinya untuk mundur dari jabatan kepemimpinan di bank sentral lebih awal.
"Karena kita sekali lagi berada dalam periode turbulensi, saya percaya kapten kapal ECB harus tetap berada di atas kapal," kata Lagarde, Presiden ECB.
Selain masalah moneter, Lagarde memberikan pandangannya mengenai dinamika politik menjelang pemilihan presiden Prancis tahun depan dengan menekankan pentingnya posisi kawasan. "Suara Eropa harus didengar," kata Lagarde, Presiden ECB. Menurutnya, pembatasan komitmen Prancis terhadap integrasi kawasan hanya akan membawa dampak buruk bagi stabilitas perekonomian negara dan masyarakatnya.
"Jika debat itu mengarah pada penyempitan komitmen Prancis terhadap Eropa, saya pikir perlu dijelaskan mengapa itu akan menjadi jalan yang menyakitkan bagi negara kita dan bagi warga negara kita," kata Lagarde, Presiden ECB.