Tesla Mengirimkan 480.126 Mobil Listrik pada Kuartal Kedua
Tesla Inc. berhasil mengirimkan 480.126 unit kendaraan listrik ke seluruh dunia pada kuartal kedua tahun 2026, Jumat (3/7), demi melampaui estimasi rata-rata analis Wall Street yang berada di bawah angka 400.000 unit.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, volume penjualan perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk tersebut mengalami lonjakan sebesar 25 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Meskipun performa pengiriman ini mencetak rekor terbaik untuk kuartal kedua bagi Tesla, total penjualan tersebut masih berada di bawah pencapaian kompetitor asal China, BYD Co., yang memimpin pasar dengan melepas 557.090 unit mobil listrik murni.
Analis pasar menilai bahwa peningkatan volume distribusi ini dipengaruhi oleh tingginya minat konsumen di kawasan regional tertentu.
"Ini adalah angka pengiriman yang jauh lebih kuat dari yang diperkirakan, yang menurut kami terutama didorong oleh China dan Eropa," kata Garrett Nelson, analis ekuitas di CFRA Research.
Di sisi lain, respons pasar saham terhadap pengumuman performa operasional ini justru menunjukkan tren negatif melalui koreksi harga yang cukup signifikan.
Saham Tesla tercatat anjlok sebesar 7,5 persen pada hari Kamis setelah sempat mencatatkan reli penguatan selama empat hari berturut-turut.
"Begitu berita itu benar-benar sampai, tidak banyak lagi yang bisa membuat kita bersemangat," kata Haris Khurshid, kepala investasi di Karobaar Capital LP yang berbasis di Chicago.
Saat ini, lini produk retail Tesla didominasi oleh Model Y dan Model 3, sementara permintaan untuk tipe Cybertruck dinilai mengecewakan dan sebagian besar dibantu oleh pembelian dari SpaceX.
Guna mendukung strategi masa depan, Tesla menghentikan perakitan Model S dan Model X sejak Mei untuk mengalihkan ruang pabrik di Fremont bagi produksi robot humanoid Optimus serta Cybercab otonom.