Pasar Tenaga Kerja Amerika Serikat Melambat pada Juni 2026
Pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat mengalami perlambatan tajam setelah data nonfarm payrolls dilaporkan hanya bertambah sebesar 57.000 pada Juni 2026, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz berdasarkan rilis Biro Statistik Tenaga Kerja pada Kamis (2/7).
Kondisi pasar tenaga kerja ini meleset dari mayoritas estimasi survei akibat pemberi kerja yang cenderung berhati-hati merespons tingginya harga barang, meskipun tingkat pengangguran terpantau turun ke posisi 4,2% karena merosotnya partisipasi angkatan kerja ke level 61,5%.
Sektor pariwisata dan perhotelan menjadi pemicu utama penurunan karena mencatatkan rekrutan musiman yang lemah, sementara sektor kesehatan, manufaktur, dan konstruksi masih mengalami peningkatan penyerapan pekerja.
Sebaliknya, perusahaan teknologi besar seperti Meta Platforms Inc dan Microsoft Corp terus melakukan pengurangan karyawan demi mengimbangi investasi besar mereka di bidang kecerdasan buatan.
Menanggapi laporan ketenagakerjaan tersebut, kepala ekonomi di Renaissance Macro Research memberikan analisisnya mengenai kondisi makroekonomi yang sedang terjadi saat ini.
"Laporan ketenagakerjaan bulan Juni ini jelas mengecewakan, meskipun laporan ini seharusnya tidak mengubah pandangan menyeluruh siapa pun terhadap prospek makroekonomi," ujar Neil Dutta, kepala ekonomi di Renaissance Macro Research.
Ia menambahkan bahwa pasar kerja saat ini merefleksikan situasi pertumbuhan ekonomi yang berjalan tidak merata.
"Kisah utama di sini adalah tentang pasar tenaga kerja yang merefleksikan kondisi ekonomi secara lebih luas. Pertumbuhan ekonomi saat ini tidak merata, dan akibatnya, pasar tenaga kerja pun menjadi tidak merata," kata Neil Dutta, kepala ekonomi di Renaissance Macro Research.
Di sisi lain, rata-rata upah per jam tercatat naik 3,5% secara tahunan di tengah kondisi pasar tenaga kerja yang dinilai rendah pemutusan hubungan kerja sekaligus rendah perekrutan.
Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union turut memberikan pandangannya mengenai dampak situasi kestabilan pasar kerja ini terhadap masyarakat.
"Pasar tenaga kerja stabil dan tidak ada tekanan inflasi yang berasal dari pasar kerja," kata Heather Long, Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union.
Ia menggarisbawahi bahwa terbatasnya peluang kerja dan inflasi yang menggerus kenaikan upah tetap menjadi kabar mengecewakan bagi publik.
"Namun bagi sebagian besar masyarakat Amerika, ini adalah kabar yang mengecewakan. Peluang kerja masih terbatas, sementara inflasi menghapus seluruh kenaikan upah yang mereka peroleh," ujar Heather Long, Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union.