Kreator Konten Batre TV Klarifikasi Video Viral Pria Dilakban di Malang
Jagat media sosial dihebohkan oleh penampakan dua pria yang dibungkus lakban di sekujur tubuh mereka. Narasi yang beredar luas mengklaim bahwa pria tersebut merupakan pelaku pencurian yang dihukum warga.
Seperti dilansir dari Detikcom, rekaman tersebut memperlihatkan kedua pria dibalut lakban hingga menyerupai karakter fiksi anak-anak, Teletubbies. Bagian kepala mereka dibentuk menyerupai tokoh Tinky Winky.
Dalam video tersebut, mereka hanya bisa terduduk pasrah dengan kondisi seluruh badan tertutup kecuali area mata, hidung, dan mulut. Unggahan ini memancing beragam reaksi tawa dari warganet.
Namun, narasi yang menyertai video tersebut dipastikan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Pihak pembuat video memberikan klarifikasi bahwa kedua pria di dalam rekaman itu bukanlah seorang pencuri.
Informasi tersebut diluruskan oleh Syahroni Muhammad, yang merupakan anggota kelompok konten kreator asal Malang, Jawa Timur. Syahroni menegaskan bahwa video humor tersebut murni buatan kelompoknya.
Syahroni menjelaskan bahwa dirinya bersama rekannya memang aktif memproduksi konten komedi untuk berbagai platform digital. Aksi dibungkus lakban tersebut dilakukan demi memenuhi permintaan penonton saat mereka bersiaran langsung.
"Ini aku sama temenku, namanya Feri Wedon, aku sama Feri Wedon ini konten kreator," kata Syahroni saat dihubungi detikcom, Kamis (2/7/2026).
Menurut Syahroni, mereka sedang menjalankan tantangan dari penonton yang memberikan hadiah digital atau gift saat live streaming. Penonton meminta mereka membungkus seluruh tubuh menggunakan lakban.
"Lagi menjalankan live TikTok, terus di-challenge orang, dikasih gift suruh lakban (badan) full. Selesai dilakban, makan terasi, jadi seperti orang kesakitan," ujarnya.
Video Dicomot Akun Lain
Persoalan muncul ketika video dokumentasi tersebut diambil oleh pihak lain tanpa izin. Rekaman itu kemudian disebarkan kembali dengan narasi yang telah diubah atau dipelintir dari konteks aslinya.
Syahroni sangat menyayangkan tindakan akun media sosial di Instagram yang mengunggah ulang video tersebut dengan keterangan yang tidak bermutu. Hal inilah yang memicu salah paham di masyarakat luas.
"Akhirnya diambil akun IG, namanya 'Harian Kampung'. Di situ dikasih narasi yang nggak bermutu dan nggak sesuai, akhirnya viral, rame semua media sosial," kata Syahroni.
Ia kembali menegaskan identitas mereka untuk menepis tuduhan miring yang beredar di internet.
"Untuk yang sebenarnya itu, kita ini konten kreator Batre TV YouTube, bukan maling," tambah dia.