TNI AL Rombak Sistem Pendidikan Perwira demi Kikis Ego Sektoral
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) merombak cetak biru sistem pendidikan perwira dari sistem korps (corps system) menjadi sistem jalur (line system). Langkah strategis ini dibahas dalam diskusi interaktif di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).
Perubahan format pendidikan tersebut dilakukan untuk menghapus sekat-sekat kelompok atau silo-fication yang memicu ego sektoral antar-korps. Forum penataan ini diinisiasi oleh Bidang Sumber Daya Manusia dan Reformasi Birokrasi Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Laut (SDM dan RB Sahli KSAL).
Dilansir dari laman TNI AL dan indonesiadefense.com, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menjelaskan urgensi dari transformasi kurikulum militer tersebut.
"Transformasi sistem pendidikan perwira dari corps system menuju line system bukan sekadar perubahan administratif, namun menjadi kebutuhan strategis demi menjawab tantangan taktis TNI AL di masa depan," tegas Tunggul.
Kadispenal juga meluruskan spekulasi yang berkembang di internal Angkatan Laut mengenai masa depan korps yang sudah ada. Kebijakan baru ini dipastikan tidak akan membubarkan struktur satuan yang telah berdiri kokoh.
"Konsep line system ditegaskan bukan untuk menghapus korps, melainkan menyatukan pola pikir secara komprehensif guna memaksimalkan peran pendidikan serta membentuk kompetensi kepemimpinan perwira TNI AL yang bersifat generalis dan adaptif," lanjutnya.
Melalui penerapan pola jalur, penataan karier perwira tidak lagi berjalan terisolasi di dalam sekat yang kaku. Pendekatan ini menjadi strategi utama institusi untuk mengikis habis ego sektoral organisasi.
"Sistem tersebut juga dinilai menjadi fondasi penting dalam menghilangkan silo-fication sehingga TNI AL mampu mencetak pemimpin masa depan yang memiliki kemampuan komando terintegrasi dan siap menghadapi dinamika peperangan modern yang didominasi perkembangan teknologi," tambah Tunggul.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Pati Tk. III Bidang SDM dan RB, serta dihadiri jajaran pejabat Mabesal secara tatap muka maupun konferensi video. Beberapa pejabat yang hadir di antaranya Koorsahli Kasal, seluruh Pati Tk. III, Pati Tk. II Bidang Manajemen SDM dan RB, Wakapuskesal, Pati Staf Khusus Kasal, dan perwakilan perwira menengah dari masing-masing pembina korps.
Gagasan ini dibedah oleh sejumlah narasumber kompeten, meliputi Paban VI Spersal selaku pemapar konsep, Paban III Spersal sebagai pemangku kebijakan pendidikan, serta Direktur Perencanaan dan Pengembangan Akademi Angkatan Laut (Dirrenbang AAL) sebagai pelaksana pendidikan. Diskusi interaktif tersebut dipandu oleh Kolonel Laut (P) Rizaldi selaku moderator.