Bareskrim Polri Backup Kasus Narkoba di Kalimantan Tengah

Share

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengerahkan dukungan penuh untuk menangani kasus narkoba di Kalimantan Tengah setelah seorang personel Polres Katingan gugur dalam operasi penggerebekan bandar narkotika pada Kamis dini hari, 2 Juli 2026.

Insiden penyerangan tersebut mengakibatkan Aipda Yudhi Perdana Putra meninggal dunia di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan. Selain korban jiwa, dua anggota polisi lainnya dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengamankan wilayah serta mengusut tuntas jaringan pelaku.

"Kami akan melakukan back up penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri," ucap Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.

Pihak kepolisian juga akan mengevaluasi setiap prosedur penindakan di lapangan. Hal ini dilakukan demi memastikan kesiapan matang dan keselamatan personel dalam operasi pemberantasan narkotika ke depan.

"Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika,” ucap Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.

Mewakili instansi kepolisian, ia menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya personel Satresnarkoba Polres Katingan tersebut saat bertugas di lapangan.

"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso seperti dilansir dari ANTARA.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menjelaskan kronologi peristiwa yang bermula dari penggerebekan terduga bandar narkotika. Petugas awalnya berhasil menangkap salah satu terduga pelaku di lokasi kejadian.

Situasi kemudian menjadi tidak terkendali saat pihak keluarga pelaku melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam. Ketegangan meluas setelah warga sekitar berdatangan, sehingga memaksa petugas berupaya menyelamatkan diri.

Dua personel yang belum ditemukan, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, saat ini diduga berada di sekitar lokasi atau aliran sungai setempat.

"Saat ini kami masih memfokuskan seluruh upaya untuk menemukan dua anggota yang belum diketahui keberadaannya," ujar AKBP Dodik Hartono.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author