Amerika Serikat Bantu Tingkatkan Aliran Minyak di Selat Hormuz

Share

Lalu lintas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz mengalami lonjakan besar dalam beberapa minggu terakhir setelah dukungan militer Amerika Serikat membantu meningkatkan aliran minyak hingga melampaui 10 juta barel per hari pada Kamis (2/7), dilansir dari Bloombergtechnoz.

Peningkatan volume pengiriman tersebut terjadi setelah Presiden Donald Trump menandatangani perjanjian perdamaian sementara dengan Iran. Pejabat AS yang meminta anonimitas menyatakan bahwa situasi ini mengejutkan pihak Teheran karena menonjolkan keterbatasan kemampuan mereka dalam menghentikan lalu lintas di koridor tersebut.

Sebelum kesepakatan gencatan senjata tercapai, Komando Pusat AS telah mengoordinasikan berbagai lapisan dukungan militer defensif, termasuk kekuatan angkatan udara dan laut. Langkah ini memberikan keamanan lebih bagi para pengirim barang untuk mengalirkan minyak melalui jalur selatan yang lebih dekat dengan Oman.

Pemulihan arus maritim ini menjadi fokus dalam negosiasi tidak langsung di Qatar yang melibatkan utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner. Pemerintah AS terus mendesak Iran mematuhi ketentuan maritim bebas bea dalam nota kesepahaman yang berlaku selama masa negosiasi 60 hari.

Kendati demikian, ketegangan sempat meningkat ketika Iran meluncurkan serangan drone terhadap kapal kontainer berbendera Singapura. Trump memilih membatalkan serangan balasan lanjutan demi menjaga jalannya negosiasi dan menghindari dampak buruk terhadap ekonomi global.

Saat ini, total aliran minyak dunia yang melewati kawasan tersebut mendekati level normal pra-perang dengan rincian 10 juta barel melalui selat dan 5 juta barel memanfaatkan rute alternatif. Sebelum konflik pecah, Selat Hormuz mengangkut sekitar 20 juta barel minyak mentah dan bahan bakar per hari.

Pihak Iran sendiri masih bersikeras untuk mempertahankan kontrol atas jalur pelayaran strategis tersebut.

"Kedaulatan atas koridor tersebut adalah milik Iran dan Oman," kata Kepala negosiator Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, pada Selasa kepada televisi pemerintah.

Di sisi lain, Oman memberi tahu pejabat Eropa bahwa pengenaan beberapa biaya mungkin diperlukan, meskipun diplomat utamanya sempat menyangkal rencana penarikan biaya transit. Para pelaku industri pelayaran mengingatkan bahwa segala bentuk pungutan di jalur air internasional merupakan pelanggaran hukum luar negeri.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author