Restoran Korea Selatan Larang Mantan Pelatih Hong Myung-bo Masuk
Sejumlah pelaku usaha restoran dan kafe di Korea Selatan memasang papan larangan masuk bagi mantan kepala pelatih Tim Nasional Korea Selatan, Hong Myung-bo, sebagai bentuk protes atas kegagalan tim dalam fase grup Piala Dunia 2026 pada Juni lalu.
Aksi boikot unik ini mulai bermunculan setelah timnas Korea Selatan dipastikan gagal melaju ke babak 32 besar, yang kemudian berujung pada pengunduran diri Hong Myung-bo dari kursi kepelatihan. Seperti dilansir dari Detik Food yang mengutip laporan The Chosun Daily pada 2 Juli 2026, sebuah rumah makan di Provinsi Gyeonggi mengawali tindakan ini sesaat setelah timnas kalah 0-1 dari Afrika Selatan di laga penutup grup tanggal 25 Juni.
Gelombang kekecewaan masyarakat terus meluas seiring berakhirnya perjalanan tim yang hanya bertahan dalam tiga pertandingan di fase grup. Selain restoran di Gyeonggi, beberapa kafe di wilayah Seoul, termasuk di Distrik Mapo, turut memajang pengumuman serupa dan membagikannya ke jejaring sosial.
"Dia mungkin tidak akan pernah datang ke sini, tetapi saya masih sangat kesal," tulis pengelola kafe dalam unggahannya.
Ungkapan rasa frustrasi dari publik ini bahkan merambah ke sektor retail seperti minimarket yang ikut menempelkan maklumat pemblokiran. Foto-foto yang tersebar di internet menunjukkan pesan senada tampil pada layar informasi bus kota serta melahirkan berbagai meme satire di forum digital.
Salah satu pemilik restoran mengonfirmasi bahwa kebijakan tersebut sengaja diambil demi mengekspresikan kekecewaan kolektif terhadap performa skuad negara mereka.
"Kami memasang papan itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap penampilan tim nasional, sekaligus untuk menghadirkan sedikit humor bagi para pelanggan," ujar salah satu pemilik restoran.
Hingga saat ini, ruang publik siber Korea Selatan masih diramaikan oleh kritik tajam yang menargetkan Hong Myung-bo. Sebagian besar suporter sepak bola di sana melabeli sang juru taktik sebagai salah satu pelatih terburuk yang pernah menangani tim nasional menyusul hasil mengejutkan di Piala Dunia 2026 tersebut.