AS dan Iran Capai Kemajuan Positif dalam Pembicaraan di Doha

Share

Kemajuan positif berhasil dicapai oleh negosiator Amerika Serikat dan Iran dalam pembicaraan tidak langsung yang berlangsung di Doha, Qatar, untuk membahas implementasi Nota Kesepahaman, Kamis (2/7/2026). Pertemuan yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan tersebut mendasarkan pembahasannya pada hasil KTT Danau Lucerne sebelumnya, seperti dilansir dari Detikcom melalui kantor berita AFP. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari memberikan rincian mengenai perkembangan situasi dalam dialog antardua negara tersebut.

"Para mediator Qatar & Pakistan menyelesaikan pertemuan terpisah dengan para negosiator AS & Iran di Doha hari ini, dengan kemajuan positif yang dicapai pada isu-isu terkait Nota Kesepahaman Islamabad, berdasarkan hasil KTT Danau Lucerne," kata Ansari, dilansir kantor berita AFP, Kamis (2/7/2026).

Ia juga menambahkan informasi mengenai keberlanjutan proses diplomasi ini setelah sempat tertunda karena situasi domestik di Iran. "Para pihak sepakat untuk melanjutkan pembicaraan selama periode mendatang, dengan pertemuan selanjutnya dijadwalkan sesegera mungkin setelah prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran," imbuhnya.

Fokus dari pertemuan di Doha ini juga berkaitan dengan beberapa catatan kritis mengenai kepatuhan terhadap kesepakatan yang telah ditandatangani. Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi menjelaskan bahwa pembicaraan tersebut menyoroti beberapa pelanggaran komitmen, termasuk penghentian perang di Lebanon, penguatan pasukan AS di kawasan, serta pernyataan ikut campur dari pejabat Amerika.

Nota Kesepahaman (MoU) antara Iran dan AS itu sendiri ditandatangani secara elektronik pada 18 Juni oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump, dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bertindak sebagai mediator.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author