Luciano Leandro Ingatkan Shin Tae-yong Butuh Proses di Persija Jakarta

Share

Penunjukan Shin Tae-yong sebagai juru taktik baru Persija Jakarta memicu banyak tanggapan dari berbagai pihak. Mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut diikat kontrak selama tiga musim oleh manajemen untuk menggantikan posisi Mauricio Souza.

Target besar langsung dipikul oleh Shin Tae-yong setelah klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut hanya menyudahi musim kompetisi BRI Super League 2025/2026 di peringkat ketiga. Manajemen klub kini mematok target tertinggi berupa trofi juara untuk musim 2026/2027.

Harapan tersebut terasa kian mendalam karena momen juara ini ditargetkan bertepatan dengan ulang tahun ke-500 kota Jakarta yang jatuh pada 22 Juni 2027. Gelar kompetisi tertinggi nasional dibidik sebagai persembahan spesial bagi kota ibu kota.

Menanggapi situasi ini, legenda hidup Persija Jakarta, Luciano Leandro, membagikan pandangannya terkait kebijakan manajemen mendatangkan pelatih asal Korea Selatan tersebut, seperti dikutip dari Bola.

Mantan pemain tengah asal Brasil yang membawa Persija meraih gelar juara Liga Indonesia 2001 tersebut mengamati betul dinamika eks timnya. Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Bola Bung Binder, sosok berusia 60 tahun itu mengakui kualitas yang dimiliki Shin Tae-yong.

Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa misi meracik skuad demi merebut mahkota juara tidak dapat terjadi secara instan.

"Dari visi saya, agak sulit. Dia memang pelatih yang hebat. Kita tahu saat ia menukangi Timnas Indonesia sangat bagus. Dia punya karakter yang kuat dan disiplin," ujar Luciano Leandro.

Menurut pandangannya, kendala utama yang akan dihadapi terletak pada durasi waktu untuk menyelaraskan tim dengan taktik baru. Proses ini menjadi lebih kompleks apabila komposisi pemain dalam tim mengalami perombakan signifikan.

"Tapi saya bilang sedikit sulit. Kenapa? Karena dia perlu waktu karena harus membawa pemain baru lagi.

Dan pemain-pemain itu harus tahu lagi karakternya serta sistem bermainnya. Jadi artinya dia membutuhkan waktu," lanjut Luciano Leandro.

Perbandingan dengan Mauricio Souza

Pernyataan tersebut dilontarkan bukan untuk mengecilkan kapasitas Shin Tae-yong. Pria asal Brasil ini menilai bahwa Mauricio Souza sejatinya sudah mengantongi fondasi kuat karena telah mendalami karakter para pemain semenjak musim lalu.

Di bawah arahan Mauricio, Macan Kemayoran berhasil mengamankan peringkat ketiga klasemen akhir. Rekam jejak tersebut membuat Mauricio dianggap sudah memetakan titik lemah serta kebutuhan evaluasi skuad secara mendalam.

"Makanya, dari visi saya, maaf ya, bukan aku billing Shin Tae-yong tidak bagus. Pasti dia bagus. Tapi, menurut saya dengan Mauricio musim lalu Persija finis di posisi ketiga. Jadi dia sudah tahu apa kesalahan Persija."

"Mauricio juga pastinya sudah tahu pemain-pemain yang bisa dia ganti. Saya pikir dengan begitu, bisa saja Mauricio atau Shin Tae-yong mereka dengan masa satu tahun mudah-mudahan bisa juara. Tapi kalau mereka punya waktu lebih untuk bisa membentuk tim, saya pikir akan lebih bagus."

Proses Universal Bagi Pelatih Dunia

Kebutuhan akan waktu adaptasi dinilai sebagai hal mutlak bagi pelatih manapun di dunia sepak bola, tidak terkecuali bagi sosok berpengalaman seperti Shin Tae-yong.

Sebagai analogi, ia mencontohkan pelatih Timnas Brasil di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti. Walau menangani tim dengan koleksi lima gelar juara dunia, pelatih sekelas Ancelotti tetap membutuhkan waktu untuk menyusun strategi.

"Pastilah. Setiap pelatih, seperti pelatih Timnas Brasil di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti. Brasil sudah lima kali juara dunia.

Dia juga butuh waktu. Jadi pelatih pengalaman seperti Shin Tae-yong, aku pikir dia akan cepat beradaptasi," tutur Luciano Leandro.

Apresiasi untuk Sektor Pembinaan Usia Muda

Di samping mengulas dinamika kursi kepelatihan, mantan pemain PSM Makassar ini turut melayangkan pujian terhadap produktivitas akademi usia muda Persija yang sukses menyuplai talenta untuk Timnas Indonesia.

Indikator tersebut memperlihatkan sistem pembinaan pemain muda di internal klub telah berjalan di jalur yang tepat dan menunjukkan grafik peningkatan dibanding periode sebelumnya.

"Ya, sangat bagus. Kita bisa melihat pemain-pemain muda Persija yang bermain di Timnas Indonesia. Itu artinya pembinaan usia muda sudah mulai bagus.

Jauh dari sebelumnya. Jadi sekarang ada hasilnya," ujar Luciano Leandro.

Kini fokus sepenuhnya beralih kepada Shin Tae-yong yang mengemban ekspektasi tinggi dari basis pendukung dan manajemen untuk merealisasikan target juara pada musim kompetisi 2026/2027.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author