Pertamina Salurkan 37 Juta Liter Biodiesel B50
PT Pertamina Patra Niaga resmi mendistribusikan sebanyak 37,92 juta liter biodiesel B50 ke sebagian besar wilayah Indonesia mulai Rabu (1/7/2026) seiring pemberlakuan mandatori bahan bakar tersebut, seperti dilansir dari Detik Finance.
"Untuk di awal ini akan didistribusikan 37,92 juta liter hampir di sebagian besar wilayah di Indonesia," ujar Kitty Andhora, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga saat dihubungi Kamis (2/7/2026).
Pihak Pertamina telah menyiapkan seluruh infrastruktur penyaluran, mulai dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) hingga lembaga penyalur resmi seperti SPBU dan Agen Premium Minyak Solar (APMS) untuk mendukung kelancaran distribusi.
"Jumlah 29 tersebut akan terus bertambah secara bertahap selama masa transisi," terangnya mengenai jumlah terminal awal dari total 126 terminal milik Pertamina.
Manajemen juga menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan berkala agar pasokan bahan bakar nabati ini benar-benar sampai ke tangan konsumen tanpa kendala.
"Kami masih terus melakukan monitoring untuk memastikan distribusi B50 sampai ke lembaga penyalur dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat berjalan lancar," ujarnya.
Sementara itu, pemerintah menetapkan masa transisi selama tiga bulan agar badan usaha dapat menguras sisa stok bahan bakar jenis sebelumnya sekaligus melakukan penyesuaian proses pencampuran.
"Masa transisi ditetapkan 3 bulan. Nah masa transisi itu apa? Satu, menghabiskan stok," ujar Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM di Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
Pertamina bersama AKR menjadi dua korporasi yang memegang porsi alokasi terbesar hingga mencapai 70 persen dari total kuota penyaluran nasional di antara 30 perusahaan bahan bakar nabati.
"Blending-nya kan ada 30 perusahaan, BU BBN (badan usaha bahan bakar nabati) yang dua itu yang paling besar alokasinya kan Pertamina dan AKR, yang lain itu sekitar 30%. Jadi, dua itu sudah memakan 70% share, tapi itu pun hanya 3 bulan makanya kita sesuaikan 3 bulan," beber Eniya.
Kementerian ESDM menargetkan seluruh jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum di tanah air sudah sepenuhnya menyediakan varian B50 ini pada awal triwulan keempat tahun ini.
"1 Oktober mulai semua titik sudah full B-50. Nah tentang volume dan sebagainya itu kita sesuaikan dengan kemampuan, kemampuan perusahaan," jelasnya.