5 Bahan Alami untuk Mencuci Piring yang Digunakan Orang Zaman Dulu

Share

Masyarakat modern saat ini mengandalkan sabun cuci piring dan disinfektan praktis untuk menjaga kebersihan dapur. Produk pembersih komersial tersebut dirancang khusus guna mengikat sisa minyak, merontokkan kotoran, sekaligus membasmi kuman secara total pada alat makan.

Namun, metode pembersihan tradisional yang hemat dan memanfaatkan sumber daya lokal sudah diturunkan dari generasi ke generasi jauh sebelum produk canggih dalam kemasan botol tersebut diciptakan.

Dilansir dari Detik Food, terdapat lima bahan alami yang menjadi andalan masyarakat zaman dulu untuk membersihkan peralatan memasak dan makan mereka.

Abu kayu menjadi salah satu bahan pembersih tertua yang paling sering dijumpai di dapur tradisional Indonesia, terutama pada rumah tangga yang masih memakai kompor kayu bakar. Sisa pembakaran yang bertekstur halus ini mengandung senyawa alkali seperti kalium karbonat.

Kandungan kimia alami tersebut efektif memecah lapisan lemak yang menempel pada peralatan dapur. Selain itu, tekstur kasarnya juga berfungsi sebagai sikat alami untuk mengikis noda gosong di bagian bawah wajan.

Pasta Asam Jawa

Daging buah asam Jawa yang diolah menjadi bentuk pasta jamak digunakan untuk merawat peralatan masak dari bahan logam tertentu. Unsur keasaman alami dalam asam Jawa ampuh meluruhkan oksidasi dan noda kusam pada perabot kuningan atau tembaga.

Masyarakat tradisional Indonesia kerap memadukan penggunaan asam Jawa dengan abu gosok atau sabut kelapa. Kombinasi ini terbukti ekonomis karena sedikit pasta saja sudah bisa mengembalikan kilau banyak bejana sekaligus.

Tepung Besan (Chickpea)

Tepung yang terbuat dari kacang chickpea mentah ini biasanya populer sebagai pengental kuah kari atau adonan gorengan dalam kuliner tradisional. Meski begitu, para ahli menyebutkan bahwa tepung besan memiliki kegunaan lain sebagai pembersih alat dapur.

Teksturnya yang lembut mampu menyerap kandungan minyak berlebih pada peralatan makan. Untuk menggunakannya, tepung besan cukup dilarutkan dengan sedikit air hingga membentuk konsistensi pasta sebelum digosokkan ke perabot kuningan.

Tanah Berbutir Halus (Fine Soil)

Tanah dengan partikel mikro abrasif ini umumnya mudah ditemukan di area pedesaan yang bersih. Orang zaman dulu memanfaatkan gesekan dari butiran halus tanah untuk melepaskan kerak sisa makanan yang hangus.

Bahan alami yang mudah terurai dan bebas biaya ini sangat efektif untuk membersihkan alat masak yang terbuat dari bahan tanah liat, besi, maupun jenis logam lainnya.

Sabut Kelapa

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan perkebunan kelapa sering memanfaatkan serat kasar sabut kelapa sebagai pengganti spons modern. Serat alaminya mampu menyapu sisa makanan dan minyak tanpa merusak permukaan luar perabot dapur.

Sabut kelapa juga memiliki senyawa alami yang dapat menekan pertumbuhan jamur serta bakteri pada alat makan. Penggunaan sabut kelapa yang dicampur abu kayu atau asam Jawa hingga kini masih diterapkan di beberapa daerah terpencil karena dinilai ramah lingkungan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author