PT Merdeka Gold Resources Tbk Catatkan Saham Perdana di HKEX
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi memulai pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Main Board The Stock Exchange of Hong Kong (HKEX) melalui skema Hong Kong Depositary Receipts (HDR) pada Kamis (2/7/2026).
Aksi korporasi ini dilansir dari Detik Finance dinilai memberikan sentimen positif bagi citra investasi Indonesia sekaligus meningkatkan kepercayaan pemodal asing. Emiten berkode saham EMAS menawarkan HDR pada harga HK$26,60 per HDR dengan satuan perdagangan sebanyak 100 HDR per lot.
Langkah dual listing ini diproyeksikan mampu menarik institusi finansial besar seperti sovereign wealth funds hingga hedge funds yang memiliki mandat investasi spesifik pada sektor komoditas dan pertambangan. Likuiditas global yang terserap melalui bursa internasional ini diharapkan dapat mengoptimalkan penemuan harga dan mendongkrak valuasi saham perusahaan baik di HKEX maupun Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat mekanisme arbitrase.
Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta memberikan pandangan mengenai dampak langsung kepastian permodalan global ini terhadap operasional penambangan di dalam negeri.
"Dengan pendanaan yang lebih terjamin dari pasar global, risiko penundaan (delay) pada komersialisasi Tambang Emas Pani dapat diminimalisir," kata Nafan, Senior Analis Mirae Asset Sekuritas.
Nafan menambahkan bahwa pencatatan di pasar luar negeri ini menjadi strategi tepat di tengah penguatan komoditas emas sebagai aset aman (safe haven). Kredibilitas emiten di mata pemodal institusi juga terangkat karena HKEX menerapkan standar regulasi, tata kelola, dan transparansi yang sangat ketat.
"Keberhasilan EMAS menembus Main Board HKEX dengan kode saham 6228 menunjukkan kualitas aset (khususnya Proyek Pani), manajemen, dan prospek bisnis EMAS telah memenuhi standar kualifikasi investor institusional global," ujar Nafan, Senior Analis Mirae Asset Sekuritas.
Respons positif lain juga disampaikan oleh Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus yang menyoroti kuatnya fundamental bisnis perseroan.
"Ini artinya pelaku pasar dan investor percaya dengan perusahaan dari Indonesia, di tengah situasi dan kondisi yang terjadi saat ini," kata Nico, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas.
Menurut Nico, masuknya EMAS ke dalam bursa yang menjadi pusat investor Tiongkok dan pintu modal Asia tersebut secara efektif membawa perseroan ke dalam liga perusahaan tambang global.
"Ini adalah bentuk pengakuan internasional, bukan hanya terhadap EMAS tetapi juga terhadap kemampuan perusahaan Indonesia untuk memenuhi standar global," kata Nico, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas.