ByteDance Restrukturisasi Organisasi R&D Tokopedia Pascaisu PHK Massal

Share

Induk usaha TikTok, ByteDance, dilaporkan melakukan langkah penyesuaian organisasi pada divisi riset dan pengembangan Tokopedia demi menyokong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan pada Kamis (2/7/2026). Langkah penataan internal ini memicu kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menerpa pegawai Tokopedia, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Isu tersebut awalnya menyebar melalui unggahan akun Instagram @ecommurz yang menyebutkan bahwa ByteDance memangkas hingga 90 persen pekerja di perusahaan e-commerce tersebut, di mana TikTok saat ini menguasai 75 persen saham mayoritas sejak akhir tahun 2023. Pihak manajemen memberikan konfirmasi mengenai restrukturisasi ini melalui pernyataan resmi terkait penyelarasan fokus tim kerja perusahaan.

"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," kata Juru Bicara TikTok.

Keputusan pengurangan tenaga kerja tersebut diakui sebagai langkah yang berat bagi perusahaan, namun komitmen bantuan tetap disiapkan. "Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," jelas Juru Bicara TikTok.

Pengelola memastikan investasi di dalam negeri akan terus berjalan demi penguatan ekosistem perdagangan digital nasional. "Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia," sebut Juru Bicara TikTok.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author