Hindari Lima Ucapan Ini karena Bisa Melukai Psikologis Anak

Share

Menjalani peran sebagai orang tua sering kali mendatangkan rasa lelah dan stres yang memicu keluarnya ucapan emosional kepada anak. Banyak orang tua tidak menyadari bahwa kalimat yang mereka lontarkan dapat meninggalkan luka mendalam pada perasaan buah hati mereka. Dikutip dari HaiBunda, setiap perkataan dari orang tua memiliki dampak besar terhadap rasa percaya diri serta perkembangan emosional anak.

Terapis perilaku anak asal India, Dr. Vipul Vithal, membagikan sejumlah kalimat yang wajib dihindari agar tidak merusak kondisi psikologis anak.

Salah satu ucapan yang sering tidak disengaja adalah menegur anak secara berulang di depan umum saat mereka menolak bersikap sopan. Contohnya adalah kalimat, "Kamu selalu membuat Bunda malu".

Menurut Vithal, tindakan ini dapat membuat anak merasa dipermalukan di hadapan orang banyak. "Meskipun komentar-komentar ini mungkin berasal dari keinginan agar anak-anak berperilaku baik, menegur mereka berulang kali di depan umum dapat membuat anak merasa dipermalukan di depan umum," tulis Vithal.

Kalimat lain yang sering muncul saat orang tua sibuk adalah, "Tidak lihat Bunda sedang bekerja? Mainlah dulu dengan mainanmu". Mengabaikan anak yang sedang mencari perhatian secara terus-menerus dapat membuat mereka merasa tidak penting bagi orang tua. Dampaknya, anak bisa berhenti mengekspresikan emosi dan enggan terbuka kepada orang tua di masa depan.

Dampak Mengeluarkan Kekecewaan dan Perbandingan

Saat marah, orang tua terkadang meluapkan kekecewaan dengan berkata, "Semua orang tidak bahagia karena kamu".

Kalimat ini ditangkap anak sebagai bentuk penolakan, sehingga mereka merasa menjadi sumber masalah dalam keluarga. Selain itu, kebiasaan membandingkan dengan ucapan, "Coba lihat orang lain", juga membawa dampak buruk bagi perkembangan mental. Alih-alih memotivasi, cara ini justru membuat anak meragukan kemampuan diri dan merasa selalu kekurangan.

Orang tua disarankan fokus pada proses tumbuh kembang unik setiap anak tanpa melakukan perbandingan.

Terakhir, kalimat bersyarat seperti, "Selesaikan tugasmu terlebih dahulu, baru datang pada Bunda", juga perlu dihindari. Ucapan ini membuat anak merasa kasih sayang dan perhatian adalah hal yang harus diusahakan melalui syarat tertentu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author