Gubernur The Fed Kevin Warsh Sebut Risiko Inflasi AS Menurun

Share

Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh menyatakan bahwa risiko kenaikan harga telah menunjukkan penurunan dalam beberapa pekan terakhir pada Rabu (1/7). Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum tahunan Bank Sentral Eropa tentang Perbankan Sentral di Sintra, Portugal, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

"Ekspektasi inflasi selama empat minggu pertama periode ini telah turun, risiko inflasi juga telah berkurang," ujar Kevin Warsh, Gubernur Federal Reserve.

Merespons pengumuman tersebut, imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun langsung merosot ke kisaran 4,15 persen pada pukul 10.25 pagi waktu New York. Penurunan ini terjadi di tengah lonjakan indikator inflasi acuan The Fed sebesar 4,1 persen secara tahunan, dengan inflasi inti naik 3,4 persen, meskipun harga energi terpantau anjlok akibat pembicaraan damai AS dan Iran.

"Kami akan mewujudkan stabilitas harga di AS, itulah komitmen yang telah ditandatangani oleh komite ini, dan tujuan kami adalah mencapainya," tegas Kevin Warsh, Gubernur Federal Reserve.

"Mengenai taktik, strategi, dan aspek lainnya, hal itu akan menyusul kemudian." imbuh Kevin Warsh, Gubernur Federal Reserve.

Di tengah desakan Donald Trump yang meminta pemangkasan suku bunga acuan, Warsh juga menggarisbawahi independensi bank sentral dalam menentukan arah kebijakan moneter ke depan.

"Kami telah menjadi bank sentral yang independen sejak lama. Kami akan tetap menjadi bank sentral yang independen pada saat ini, dan Anda tidak akan melihat adanya perubahan terkait hal itu," kata Kevin Warsh, Gubernur Federal Reserve.

Warsh menegaskan penolakannya untuk memberikan petunjuk kebijakan di masa depan terkait arah suku bunga acuan berikutnya, termasuk mengenai potensi pembahasan kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan ini.

"Dia akan gagal." seloroh Kevin Warsh, Gubernur Federal Reserve.

"Kami akan memetakan arah baru," kata Kevin Warsh, Gubernur Federal Reserve.

"Iyan ingin kami melakukan perdebatan yang produktif saat kami bertemu dalam empat minggu ke depan," imbuh Kevin Warsh, Gubernur Federal Reserve.

Metode forward guidance atau petunjuk kebijakan di masa depan dinilai para pembuat kebijakan sudah tidak lagi cocok dengan situasi saat ini sejak konferensi pers bulan lalu.

"Pada konferensi pers lalu, saya katakan kami tidak akan memberikan forward guidance karena kami baru akan bertemu enam minggu lagi," ungkap Kevin Warsh, Gubernur Federal Reserve.

"Sekarang saya punya pembaruan informasi untuk Anda," tambah Kevin Warsh, Gubernur Federal Reserve.

Meskipun Komite Pasar Terbuka Federal bulan lalu sepakat menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen, separuh dari 18 pejabat kini memproyeksikan adanya kenaikan suku bunga tahun ini menyusul laju inflasi yang bergerak cepat.

Sebagai bagian dari evaluasi kebijakan komunikasi dan sektor lainnya, Warsh telah mengumumkan pembentukan lima satuan tugas pada Juni lalu.

Mengenai ukuran neraca keuangan The Fed yang kini mencapai US$6,7 triliun, Warsh mengisyaratkan dukungannya terhadap portofolio yang lebih ramping meski prosesnya akan memakan waktu lebih dari 18 minggu. Sementara terkait investasi besar di sektor kecerdasan buatan, ia memproyeksikan teknologi baru ini akan mendorong produktivitas dari sisi penawaran.

"Meskipun kita mungkin melihat survei bisnis saat ini mengatakan 'bukan masalah besar,' dugaan saya enam bulan dari sekarang hasil surveinya akan menunjukkan hal yang sebaliknya," pungkas Kevin Warsh, Gubernur Federal Reserve.

"Kita baru berada di babak pertama atau kedua dari revolusi ini. Ini adalah sebuah pergeseran paradigma yang besar." tutup Kevin Warsh, Gubernur Federal Reserve.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author