Harga Minyak Dunia Turun Tiga Hari Beruntun Akibat Pasokan Selat Hormuz Melonjak

Share

Harga minyak dunia mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan arus pengiriman melalui Selat Hormuz serta indikasi kemajuan dalam pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran. Dilansir dari Bloombergtechnoz, indeks West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar US$68 per barel setelah merosot 3% pada dua sesi sebelumnya.

Sementara itu, indeks Brent ditutup di bawah US$72 per barel pada Rabu lalu. Seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa pasokan minyak melalui jalur laut strategis tersebut telah menembus angka lebih dari 10 juta barel per hari. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kemampuan Teheran untuk menghentikan pengiriman lewat Selat Hormuz saat ini menjadi terbatas.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan apresiasi terhadap perkembangan pembicaraan dengan Iran. Pemerintah Qatar mengumumkan bahwa pertemuan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran akan segera dijadwalkan setelah prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei selesai dilaksanakan.

Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam sebuah serangan udara pada awal konflik. Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, upacara pemakaman bagi mantan pemimpin tertinggi tersebut diperkirakan akan dimulai pada 4 Juli dan berlangsung selama beberapa hari. Penurunan harga minyak ini berlanjut setelah mencatatkan kuartal terburuk sejak tahun 2020. Arus pengiriman yang menghubungkan para produsen di Teluk Persia dengan pembeli global melalui Selat Hormuz tetap berjalan, meskipun sempat terjadi ketegangan akhir pekan akibat aksi saling serang antar pihak.

Walaupun total pasokan di pasar global masih terbatas, volume ekspor dari Uni Emirat Arab dilaporkan telah kembali ke level sebelum perang. Negara tersebut menyiasati situasi dengan menyelundupkan kapal tanker melewati jalur perairan kritis serta mengalihkan pengiriman menggunakan jalur pipa. Pada perdagangan pukul 06.01 pagi di Singapura, minyak WTI untuk kontrak pengiriman Agustus turun sebesar 0,6% menjadi US$68,16 per barel. Pada saat yang sama, minyak Brent untuk penyelesaian September ditutup melemah 1,9% ke posisi US$71,57 per barel pada hari Rabu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author