Keputusan Wasit Adham Makhadmeh Rugikan Inggris Kontra RD Kongo
Keputusan kontroversial wasit Adham Makhadmeh asal Yordania yang menolak memberikan penalti kepada kapten Inggris Harry Kane memicu gelombang kritik keras pascapertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta, Rabu (1/7/2026).
Insiden tersebut terjadi pada menit ke-43 ketika Harry Kane dijatuhkan oleh penjaga gawang Republik Demokratik Kongo, Lionel Mpasi, dalam situasi satu lawan satu, namun wasit justru menilai Kane sengaja menjatuhkan diri.
Keputusan tersebut memicu kemarahan pelatih Thomas Tuchel di pinggir lapangan serta mengundang kritik tajam dari mantan penyerang legendaris Inggris, Alan Shearer, saat menganalisis pertandingan lewat saluran BBC.
"Ada kontak fisik, tidak diragukan lagi. Bagi saya, ini jelas penalti," kata Sherer melalui BBC.
Meskipun Inggris akhirnya tetap menang 2-1 lewat dua gol larut Harry Kane setelah sempat tertinggal oleh gol Brian Cipenga, keputusan VAR yang memperkuat sikap wasit Adham Makhadmeh tetap menjadi sorotan utama laga tersebut.
"Mungkin Harry Kane sedikit berlebihan saat terjatuh, tetapi kiper itu melompat ke arahnya dan kedua tangannya menghalangi jalannya. Jika kiper memutuskan untuk keluar dengan cara yang begitu agresif sambil mengulurkan tangannya, maka penyerang berhak sepenuhnya untuk melakukan kontak dengan dan terjatuh di dalam kotak penalti," cetus Sherer melalui BBC.
Kemenangan tipis ini membawa tim asuhan Thomas Tuchel melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Meksiko di Stadion Azteca pada Senin (6/7/2026).