Bernardo Tavares Kritik Jadwal Padat Piala Presiden 2026

Share

Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengkritik tajam jadwal turnamen pramusim Piala Presiden 2026 yang dinilai terlalu padat pada Jumat (22/5/2026). Seperti dilansir dari Bola, ajang tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 28 Juni hingga 11 Juli 2026.

Kondisi ini dianggap memberatkan karena kompetisi domestik baru selesai pada 23 Mei 2026. Menurut arsitek tim asal Portugal tersebut, agenda yang mepet membuat klub kekurangan waktu pemulihan dan persiapan skuad menuju musim baru.

Meski mengkritik kalender turnamen, pria berusia 46 tahun itu tetap memberikan respons positif terhadap kehadiran kompetisi pramusim demi membangun kedekatan antar-pemain. Persebaya disebutnya membutuhkan laga kompetitif untuk meningkatkan performa.

"Saya rasa semua klub ingin memiliki lebih dari satu kompetisi. Dan saya rasa Persebaya juga menginginkannya. Karena Persebaya adalah tim yang bagus. Salah satu yang terbaik di Indonesia. Kami akan merayakan ulang tahun ke-100, tahun depan," kata Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya Surabaya.

Mantan nakhoda PSM Makassar ini menekankan bahwa pembentukan tim yang kuat membutuhkan durasi persiapan yang ideal. Dirinya mempertanyakan rasionalitas pelaksanaan turnamen jika sebuah tim berhasil melaju hingga babak final.

"Jadwal Piala Presiden yang diberikan panitia kepada kami akan dimulai 28 Juni. Jika kami lolos ke final, pertandingan berakhir pada tanggal 11 Juli. Jadi menurut saya itu tidak masuk akal," lanjut Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya Surabaya.

Ia menambahkan bahwa manajemen klub semestinya mengawali pemusatan latihan lebih awal agar para pemain siap bertanding. Langkah ini diperlukan apabila tim ditargetkan tampil maksimal sejak laga perdana.

"Jika kami ingin mempersiapkan kompetisi yang dimulai pada tanggal 28 Juni, mungkin kami perlu memulainya di awal Juni," pungkas Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya Surabaya.

Efektivitas kalender sepak bola nasional juga menjadi sorotan Tavares terkait potensi kerugian finansial. Manajemen klub harus menanggung beban biaya operasional dan upah pemain jika tim tersingkir lebih cepat di fase grup yang berujung pada kekosongan jadwal.

"Bayangkan kami memainkan dua atau tiga pertandingan lalu tersingkir. Dan kami tersingkir pada tanggal 4 Juli. Jadi antara tanggal 4 Juli and 4 September, ada jeda dua bulan," ucap Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya Surabaya.

Situasi jeda selama dua bulan tanpa pertandingan resmi dinilai tidak produktif bagi klub. Tavares meminta operator kompetisi meninjau ulang regulasi jadwal agar tidak membebani anggaran tim peserta.

"Jadi, apa yang akan kami lakukan dalam duas bulan ke depan? Jadi tolong, pikirkan hal-hal ini karena menurut saya ini tidak masuk akal. Sebuah klub perlu membayar gaji lebih kepada para pemain yang perlu datang lebih awal. Dan dua bulan tanpa kompetisi," kata Bernardo Tavares, Pelatih Persebaya Surabaya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author