Ferrari Akui Kalah Tenaga Mesin dari Mercedes dan Ford
Pembalap Ferrari Charles Leclerc mengungkapkan bahwa timnya menghadapi tugas berat akibat ketertinggalan performa unit daya mesin F1 2026 dari rival utamanya, Mercedes dan kemitraan Red Bull-Ford, menjelang akhir pekan Grand Prix Kanada pada Jumat, 22 Mei 2026.
Kekurangan tenaga pada trek lurus tersebut membuat Scuderia Ferrari kini mengandalkan sistem penyelarasan Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO) dari FIA setelah balapan di Montreal untuk mendapatkan izin peningkatan perangkat keras.
Dilansir dari Motorsport.com, ketertinggalan performa ini terlihat sejak seri awal di Melbourne, Shanghai, dan Suzuka, di mana Ferrari selalu kehilangan momentum dari Mercedes setelah beberapa putaran awal akibat perbedaan performa unit daya hybrid baru.
"I think it's going to be very difficult [to catch Mercedes]," kata Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.
Leclerc menambahkan bahwa dirinya melihat jet darat Ferrari kerap kekurangan kecepatan di lintasan lurus jika dibandingkan dengan unit daya milik Mercedes atau bahkan Ford.
"I think it'll definitely be a help to try and get closer – whether it will be enough to close the gap, I don't know." kata Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.
Pembalap asal Monako tersebut juga menilai bahwa tingkat bantuan yang akan diterima Ferrari nantinya sangat bergantung pada tingkat pembaruan yang diizinkan oleh otoritas federasi.
"It also depends which level we get if we get it at all but surely if we get it, it will be a help to get closer." kata Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.
Mengenai peningkatan performa tim rival seperti McLaren dan Red Bull di Miami, Leclerc berpendapat bahwa dinamika tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh pembaruan komponen semata, melainkan faktor optimalisasi sistem kendaraan yang sangat kompleks.
"I think a lot about these cars is optimising," kata Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.
Dia merefleksikan performa Red Bull yang sempat sangat kuat saat tes musim dingin, namun sempat kehilangan banyak performa pada tiga balapan pertama akibat sistem yang tidak teroptimalkan secara presisi.
"I really think that, by example if we look at Red Bull, I think Red Bull was very strong during the winter test and then there was these first three races where as soon as you are not exactly optimised you lose a lot of performance." kata Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.
Menurut Leclerc, Red Bull berhasil membuat langkah maju yang masif di Miami di samping pembaruan yang mereka bawa, sehingga sulit untuk melihat gambaran murni dari dampak pembaruan itu sendiri.
"And I feel like in Miami they did a massive step on that, on top of the upgrades they brought. So I think it's very difficult to have a good picture of how much the upgrades are doing." kata Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.
Meskipun demikian, Leclerc menegaskan bahwa setiap pekan yang dihabiskan di pabrik untuk mengerjakan komponen baru selalu menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan regulasi generasi sebelumnya.
"One thing for sure is that every week we spend at the factory working on the new parts, they are they are big gains and much bigger than in the past, so it's going to be super important to be on top of upgrades." kata Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.
Kendati performa di Miami sempat tertinggal dari McLaren, Leclerc tidak meyakini bahwa langkah pengembangan Ferrari lebih kecil dari tim lain, melainkan semua tim masih meraba cara memaksimalkan sistem terintegrasi yang rumit.
"But whether we did a smaller step compared to the others, I don't believe so. I just think that we are still in a moment of the season where teams are just figuring out how to maximise the whole system which is very, very complex. I think you will never arrive to the 100% optimisation with these kinds of cars, because there is also the driving." kata Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.
Variabilitas dalam gaya mengemudi dinilai akan selalu menjadi tantangan tersendiri dalam menjinakkan mobil generasi 2026.
"The driving is variable and will always be tricky." kata Charles Leclerc, Pembalap Ferrari.
F1i.com melaporkan bahwa perubahan regulasi radikal 2026 yang menghapus komponen Motor Generator Unit-Heat (MGU-H) menjadi penyebab utama kesulitan Ferrari, mengingat tim asal Maranello tersebut sebelumnya telah menginvestasikan dana besar untuk menguasai teknologi efisiensi termal tersebut.
Sebaliknya, MotorBiscuit mencatat bahwa kemitraan Red Bull Powertrains dan Ford diuntungkan karena memulai pengembangan dari nol tanpa ketergantungan pada MGU-H, sehingga berhasil mengoptimalkan mesin pembakaran dalam untuk bahan bakar berkelanjutan 100 persen dan tuntutan baterai MGU-K 350kW yang baru.