Bank BTN Raih Penghargaan Top Company in Banking Transformation 2026
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) meraih apresiasi sebagai Top Company in Banking Transformation dalam ajang Indonesia Top Companies Recognition 2026 di Jakarta.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Indonesia Data bersama Bloomberg Technoz Intelligence atas keberhasilan emiten bersandi BBTN ini dalam mengeksekusi transformasi bisnis dan layanan digital secara menyeluruh.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, korporasi yang dikenal sebagai "Raja KPR" ini sukses mempertahankan mandat utamanya dalam pembiayaan perumahan nasional dengan menguasai sekitar 39 persen pangsa pasar KPR nasional dan 68 persen pasar KPR subsidi.
Catatan historis sepanjang periode 2015 hingga 2025 menunjukkan realisasi pembiayaan BTN telah menyentuh lebih dari 6 juta unit rumah, termasuk penyaluran 128.608 unit KPR Sejahtera FLPP pada tahun 2025.
Berdasarkan data BP Tapera, pencapaian FLPP tersebut merupakan yang tertinggi di antara 39 bank penyalur, didukung kemitraan bersama 8.058 pengembang di 13.118 kawasan perumahan yang tersebar pada 33 provinsi.
Dampak ekonomi dari masifnya pembiayaan ini terekam dalam kajian Housing Center Bank BTN, yang menunjukkan terciptanya tambahan output terhadap perekonomian nasional mencapai Rp3.049 triliun.
Pilar utama modernisasi korporasi ditopang oleh aplikasi balé by BTN yang mengintegrasikan ekosistem perumahan, mulai dari pencarian hunian, pengajuan kredit, hingga transaksi harian dan produk keuangan ritel.
Aplikasi digital tersebut mencatatkan lonjakan pengguna menjadi lebih dari 3,6 juta user sepanjang 2025, dengan total volume mencapai 2,2 miliar transaksi senilai lebih dari Rp101 triliun.
Efektivitas platform digital ini juga berhasil mengerek penghimpunan dana murah (CASA) ritel menjadi Rp21,63 triliun, di mana nasabah pengguna aplikasi memiliki rata-rata saldo 6,4 kali lebih tinggi dibanding non-pengguna.
Sisi finansial perseroan turut menunjukkan penguatan fundamental dengan raihan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun hingga Mei 2026, atau melonjak 54,37 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan Pendapatan Bunga Bersih (NII) sebesar 15,15 persen menjadi Rp7,13 triliun, seiring total kredit yang tersalurkan mencapai Rp403,06 triliun dan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp433,95 triliun.
Kinerja positif ini memicu respons optimis pasar, di mana konsensus Bloomberg yang melibatkan 23 analis menghasilkan rekomendasi beli dari 19 analis dengan target harga rata-rata Rp1.595,88 per saham.