Liverpool Resmikan Transfer Bek Jérémy Jacquet dari Rennes
Klub Liga Inggris Liverpool resmi merampungkan proses transfer bek tengah Jérémy Jacquet dari Stade Rennais pada Rabu, 1 Juli 2026, setelah mencapai kesepakatan bernilai total 60 juta poundsterling.
Nilai transfer pemain berusia 20 tahun tersebut terdiri dari biaya tetap sebesar 55 juta poundsterling ditambah potensi bonus kinerja senilai 5 juta poundsterling. Liverpool berhasil memenangkan persaingan dengan Chelsea dan Bayern Munich yang juga mengajukan penawaran serupa untuk memboyong bek tim nasional Prancis U-21 itu.
Meskipun kesepakatan transfer sudah tercapai sejak bursa transfer musim dingin pada Februari lalu, Jacquet tetap menghabiskan sisa musim 2025/2026 di Rennes sebelum akhirnya resmi bergabung ke Anfield dengan kontrak berdurasi lima tahun ditambah opsi perpanjangan satu tahun.
"I feel really good, the first impressions are good and I am very happy to start here." kata Jérémy Jacquet, Bek Liverpool.
Jacquet sempat mengalami cedera bahu serius setelah kesepakatan transfer diumumkan, namun ia telah menyelesaikan program rehabilitasi dan kini menjalani latihan kebugaran individu agar siap menghadapi sesi latihan pramusim di bawah asuhan pelatih kepala baru Andoni Iraola.
"I am very happy. When I see the facilities, I can see myself there. I feel good here and I am very excited to get started.
For me it's a big dream, it's a big club. A club like Liverpool, it's a big dream for me." ujar Jérémy Jacquet, Bek Liverpool.
Mantan pemain pinjaman Clermont tersebut diproyeksikan mengisi lini pertahanan Liverpool bersama Virgil van Dijk, Joe Gomez, dan Geovanni Leoni, sekaligus melanjutkan strategi klub untuk menurunkan rata-rata usia skuad utama mereka.
"Of course, I'm really excited to line up alongside a great player like him. I think he's up there with the best centre-backs in the world currently, so I can only learn from him." tutur Jérémy Jacquet, Bek Liverpool saat ditanya mengenai kesempatan bermain bersama kapten klub.
Pengamat sepak bola Prancis Julien Laurens menilai Jacquet memiliki potensi besar meskipun belum banyak mencatatkan pengalaman di kompetisi tertinggi Eropa seperti Liga Champions atau Liga Europa.
"He's the real deal. I know he's only 20, he hasn't played for France and he hasn't played in the Champions League or Europa League." ungkap Julien Laurens, Pengamat Sepak Bola.
Laurens menambahkan bahwa performa impresif Jacquet setelah dipanggil kembali dari masa pinjaman di divisi dua menunjukkan kualitasnya yang mengingatkan publik pada kemunculan William Saliba atau Wesley Fofana.
"He has a long way to go but he's been impressive last season, after they [Rennes] called him back from his loan in the second division, and this season, with Habib Beye." kata Julien Laurens, Pengamat Sepak Bola.
Nilai transfer yang tinggi dianggap wajar mengingat talenta besar yang dimiliki sang pemain untuk masa depan.
"You can't get it wrong. He is going to be amazing." ucap Julien Laurens, Pengamat Sepak Bola.
Gaya bermain Jacquet dinilai memenuhi kriteria bek modern yang atletis, tangguh di udara, serta memiliki jangkauan operan yang baik.
"He reminds me of when William Saliba burst onto the scene in France with Saint-Etienne, or Wesley Fofana." ujar Julien Laurens, Pengamat Sepak Bola.
Potensi besar tersebut membuat manajemen bersedia mengeluarkan investasi besar demi mengamankan jasanya.
"It's about how much you value that potential and talent. You would pay a lot of money for someone who hasn't really proved much. It's a lot of money for such a young player." kata Julien Laurens, Pengamat Sepak Bola.
Sementara itu, pengamat sepak bola Eropa Kevin Hatchard menyebut Jacquet sebagai bintang muda yang sudah lama dipantau berkat kepemimpinannya di berbagai kelompok umur timnas Prancis.
"He's been seen as a rising star for quite some time. He's been a captain at numerous youth groups for France and seen as somebody who has all of the building blocks you need to be a modern centre-back." tutur Kevin Hatchard, Pengamat Sepak Bola Sky Sports News.
Hatchard menjelaskan bahwa Rennes sempat enggan melepas sang bek pada bursa transfer lalu karena peran vitalnya di dalam tim utama.
"He's good on the ball, good passing range, athletic, great in the air – but he doesn't have a long record of top-level football." kata Kevin Hatchard, Pengamat Sepak Bola Sky Sports News.
Keputusan melepas Jacquet bahkan sempat disebut pelatih Rennes bisa menurunkan target pencapaian klub musim ini.
"He had a loan at Clermont that went well. He's been playing for Rennes this season, but it shows you just how much they rate him that they really didn't want to let him go in this window." ujar Kevin Hatchard, Pengamat Sepak Bola Sky Sports News.
Manajemen Rennes akhirnya melunak setelah Liverpool memberikan tawaran finansial yang sesuai dengan valuasi sang pemain.
"if we let him go this season, we'll have to downgrade our goals for the season." kata Habib Beye, Pelatih Rennes seperti ditirukan Kevin Hatchard.
Proses administrasi internasional untuk kepindahan Jacquet kini sedang diselesaikan oleh manajemen Liverpool sebelum sang pemain bergabung dalam sesi latihan penuh.