Mengungkap Sejarah Kopi Marocchino Khas Italia yang Memiliki Nama Unik

Share

Bagi para pencinta kafein, menjelajahi ragam racikan dunia tentu menjadi pengalaman yang selalu menarik. Namun, ada satu minuman unik yang namanya kerap mengecoh, yakni kopi marocchino. Dilansir dari Detik Travel, sajian khas ini sama sekali tidak memiliki garis keturunan dari negara Maroko.

Walaupun mengusung nama yang kental dengan nuansa benua Afrika Utara, identitas minuman ini sepenuhnya berakar kuat di Eropa. Sejarah dan perkembangan racikan kopi yang nikmat tersebut murni bermula dari daratan Italia. Jejak kelahiran sajian berlapis ini dapat ditarik kembali ke era tahun 1950-an di Kota Alessandria.

Tepatnya, minuman ini pertama kali diracik dan dihidangkan untuk publik di kawasan Piedmont.

Lokasi kemunculan perdananya berada di sebuah kedai kopi yang bernama Carpano. Menariknya, kedai legendaris tersebut berlokasi persis di seberang pabrik topi Borsalino yang sangat terkenal pada masanya.

Penamaan minuman ini ternyata bermula dari sebuah komentar spontan yang tidak disengaja. Saat itu, sang pemilik pabrik topi melihat segelas espresso bertabur cokelat disajikan lalu langsung berseru, "Ini seperti marocchino!" Istilah yang diucapkan secara spontan tersebut sebenarnya merujuk pada jenis material kulit berwarna cokelat tua. Bahan gelap itulah yang biasa dimanfaatkan sebagai lapisan bagian dalam dari produk topi buatan pabrik mereka.

Komentar dari sang pemilik pabrik kemudian melekat kuat dan melahirkan sebutan resmi bagi minuman tersebut. Kini, nama itu telah berevolusi menjadi salah satu ikon penting dalam budaya minum kopi masyarakat Italia. Dalam tata cara penyajiannya, sajian klasik ini memiliki takaran yang sangat khas. Marocchino umumnya dihidangkan menggunakan wadah gelas kaca berukuran kecil dengan kapasitas hanya sekitar 70 hingga 80 ml.

Meskipun disajikan dalam porsi mungil, komposisinya memadukan tiga elemen utama yang kaya akan rasa. Lapisan paling bawah diisi dengan dasar cokelat tanpa pemanis yang memberikan karakter pekat pada tegukan pertama. Elemen berikutnya adalah tuangan espresso kuat yang diekstraksi langsung dari biji kopi berkualitas tinggi.

Susunan pekat ini kemudian disempurnakan dengan kehadiran lapisan tipis susu berbusa pada bagian atasnya. Penambahan susu berbusa ini sering dianggap memiliki kemiripan dengan konsep pembuatan minuman cappuccino. Perbedaannya hanya terletak pada takaran susu yang digunakan, di mana versi gelas kecil ini hadir dalam jumlah yang jauh lebih minim.

Sebagai sentuhan akhir yang menyempurnakan cita rasa, minuman ini selalu diberi taburan bubuk kakao di permukaan atasnya. Perpaduan berbagai bahan tersebut diyakini menghasilkan secangkir kopi dengan karakter lembut sekaligus sangat seimbang.

Daya tarik utama sajian ini tidak melulu terletak pada cita rasanya yang memanjakan indera pengecap. Tampilan visualnya pun begitu memikat berkat penataan komposisi bahan yang sengaja dibuat berlapis-lapis di dalam wadah transparan. Siapa pun yang bersiap meminumnya akan langsung tertarik berkat pesona visual yang dihadirkan di atas meja.

Terdapat kontras warna yang sangat indah berkat perpaduan langsung antara kopi gelap, susu putih, serta pekatnya taburan bubuk kakao. Sebagaimana umumnya resep-resep tradisional asli Italia, racikan kopi ini juga sukses menginspirasi lahirnya banyak modifikasi. Di berbagai wilayah berbeda, sajian turunan tersebut sering kali dikenal luas dengan identitas nama yang bervariasi.

Sebagai contoh, masyarakat penikmat kafein yang bermukim di wilayah Puglia memiliki sebutan tersendiri untuk minuman sejenis. Di daerah pesisir tersebut, sajian yang terinspirasi dari resep klasik ini lebih populer dengan sebutan Espressino.

Penamaan yang berbeda juga dapat ditemukan saat berkunjung ke daerah Campania. Di kawasan tersebut, masyarakat setempat kadang-kadang menyebut racikan kopi berlapis ini dengan menggunakan istilah Vetrino. Pemilihan nama alternatif di wilayah Campania tersebut ternyata memiliki alasan khusus di baliknya. Istilah Vetrino secara langsung merujuk pada penggunaan wadah gelas bening sebagai tempat minuman nikmat tersebut disajikan kepada para pelanggan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author