TikTok Rencana Pangkas 300 Karyawan di Pusat Operasi Irlandia
TikTok sedang mempertimbangkan rencana pemangkasan sekitar 300 pekerja di pusat operasinya yang berlokasi di Dublin, Irlandia, pada Rabu, 1 Juli 2026. Langkah pengurangan tenaga kerja oleh perusahaan milik ByteDance Ltd. ini dilakukan guna melakukan restrukturisasi pada tim layanan data kecerdasan buatan (AI) serta operasional.
Rencana reorganisasi tersebut diketahui melalui email kepada staf yang ditinjau oleh Bloomberg News, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Berdasarkan laporan tersebut, kegiatan jaminan kualitas akan dikonsolidasikan oleh perusahaan ke pusat regional lainnya.
Pihak manajemen menyatakan bahwa pemangkasan ini juga dibarengi dengan pembukaan beberapa peran baru. Perwakilan dari TikTok mengonfirmasi bahwa sejumlah karyawan yang terdampak risiko pengurangan akan diberikan penawaran untuk mengisi posisi alternatif di internal perusahaan.
"Kami tengah menjajaki reorganisasi untuk memperkuat model operasional global kami dalam hal kepercayaan dan keamanan, termasuk usulan untuk mengembangkan cara kerja kami guna memastikan tim tetap dapat berkembang dan gesit," kata juru bicara TikTok dalam sebuah pernyataan resmi.
Pusat operasi di Dublin sendiri memegang peranan krusial bagi TikTok di wilayah Eropa karena mengurusi sektor kepercayaan, keamanan, moderasi konten, hingga aspek perlindungan data. Pengurangan staf ini tercatat bukan yang pertama kali terjadi, setelah sebelumnya pada Maret 2025, rencana pemangkasan dengan skala yang sama juga sempat disampaikan kepada pemerintah setempat.
Kondisi restrukturisasi ini semakin menambah daftar panjang pengurangan tenaga kerja di pusat teknologi Irlandia. Selain TikTok, beberapa raksasa teknologi asing seperti Meta Platforms Inc. dan Amazon.com Inc. yang berbasis di Dublin turut melakukan efisiensi demi mengalihkan prioritas investasi mereka ke sektor kecerdasan buatan.