Kompleks Turbin SunZia Mulai Beroperasi di New Mexico AS

Share

Pembangkit listrik tenaga angin terbesar dalam sejarah Amerika Serikat bernama SunZia resmi beroperasi pada bulan Juli 2026 di New Mexico untuk memasok listrik bagi satu juta rumah di wilayah Barat Daya, dilansir dari Bloombergtechnoz. Kompleks raksasa turbin berputar ini diperkirakan menjadi proyek tenaga angin penting terakhir di negara tersebut untuk beberapa waktu ke depan karena penambahan kapasitas darat tahunan diproyeksikan menurun hingga tahun 2030 menurut BloombergNEF. Penurunan ini dipicu oleh kebijakan Presiden Donald Trump yang menentang energi terbarukan serta kendala inflasi, pasokan, berakhirnya kredit pajak, tarif, dan lamanya waktu tunggu koneksi jaringan listrik.

Sektor energi angin saat ini kalah saing dengan tenaga surya dan baterai yang lebih murah serta lebih cepat dipasang di tengah lonjakan permintaan dari pusat data.

"Proyek pengembangan menghadapi banyak ketidakpastian," kata Diego Espinosa, analis tenaga angin dari perusahaan riset Wood Mackenzie. Harrison Sholler menyatakan bahwa pengembang tenaga angin kini memiliki lebih sedikit lokasi yang ekonomis untuk memasang turbin setinggi langit dibandingkan dengan lahan untuk energi surya.

"Biaya tenaga surya terus turun lebih dari yang diperkirakan sebelumnya, sementara biaya tenaga angin justru meningkat dalam beberapa tahun terakhir," kata Harrison Sholler, analis BloombergNEF. Pemerintahan Trump pada masa jabatan kedua telah mengeluarkan perintah eksekutif moratorium proyek angin di lahan federal yang kemudian dinyatakan ilegal oleh hakim federal di Boston pada Desember, serta sempat menghentikan lima proyek lepas pantai.

Kelompok energi bersih juga menggugat Pentagon karena diduga menangguhkan peninjauan keamanan turbin yang berdampak pada 100 proyek senilai hampir US$50 miliar investasi, sementara Departemen Pertahanan AS tidak memberikan komentar. David Carroll menjelaskan bahwa ketidakmampuan memperoleh izin telah membuat industri tenaga angin berada dalam posisi yang rentan di pasar domestik. "Ada investasi modal yang terhenti begitu saja," kata David Carroll, CEO pengembang energi terbarukan Engie North America yang juga ketua American Clean Power Association.

Perusahaan Engie tetap berupaya menyelesaikan belasan proyek yang terhenti akibat pembekuan izin tersebut meskipun mereka mulai membatasi investasi baru.

"Namun, kami tidak mengalokasikan banyak investasi untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga angin baru saat ini, karena profil risikonya terlalu besar," ujarnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author