INA Pertahankan Saham Jumbo BMRI dan BBRI demi Dividen

Share

Indonesia Investment Authority (INA) memastikan tetap mempertahankan kepemilikan saham dalam jumlah besar di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di Jakarta pada Rabu (1/7/2026). Langkah ini diambil karena kedua bank pelat merah tersebut memberikan kontribusi dividen yang signifikan bagi lembaga pengelola dana abadi tersebut.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, porsi dividen dari BMRI dan BBRI mencakup setengah dari seluruh total pendapatan INA hingga akhir tahun 2025. Padahal, kinerja saham kedua emiten perbankan milik negara tersebut mengalami penurunan mendalam sejak awal tahun ini. Nilai investasi INA di kedua emiten ini menyusut menjadi Rp64,99 triliun per akhir 2025 akibat potensi kerugian yang belum direalisasikan sebesar Rp18,46 triliun dalam dua tahun terakhir.

Chief Financial Officer INA Eddy Porwanto menegaskan komitmen lembaga untuk terus menggenggam aset saham perbankan tersebut di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Sampai saat ini saham Bank Mandiri dan BRI itu masih kita simpan, kita pegang," kata Eddy Porwanto, Chief Financial Officer INA.

Eddy menambahkan bahwa penurunan harga saham saat ini tidak mengubah pandangan jangka panjang pihak INA terhadap profitabilitas dari kedua emiten tersebut.

"Sampai hari ini dan ke depannya, kita percaya return dari dividen Bank Mandiri dan BRI itu sangat bagus," ujar Eddy Porwanto, Chief Financial Officer INA.

Meskipun harga saham terkoreksi, lembaga ini belum memiliki rencana untuk menambah muatan atau melakukan aksi pembelian di harga bawah karena alokasi modal saat ini dialihkan ke instrumen lain.

"Modalnya yang ada itu kita lebih banyak fokus investasi ke private assets," tutur Eddy Porwanto, Chief Financial Officer INA.

Berdasarkan data lantai bursa, saham BMRI mencatatkan penurunan sebesar 25,10 persen ke level Rp3.820 per saham sejak awal tahun ini, sedangkan saham BBRI merosot 26,23 persen ke posisi Rp2.700 per saham secara year-to-date. Saat ini, INA menguasai kepemilikan sebesar 8 persen saham di BMRI dan 3,63 persen saham di BBRI.

Secara keseluruhan, total pendapatan dividen INA sepanjang tahun 2025 mencapai Rp4,81 triliun, atau mengalami penurunan sebesar 8,52 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,26 triliun. Di luar sektor itu, INA juga membukukan pendapatan bunga senilai Rp2,13 triliun dan pendapatan lain-lain sebesar Rp1,72 triliun, yang mendorong laba bersih INA melonjak naik ke angka Rp7,44 triliun dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp5,42 triliun.

Daftar Perolehan Dividen INA Sepanjang Tahun 2025
Nama Perusahaan Emiten Jumlah Setoran Dividen
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp3,48 triliun
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp1,14 triliun
PT Tanam Investasi Indonesia Rp106,94 miliar
PT Tumbuh Investasi Indonesia Rp82,00 miliar
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author