Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 Mendorong Lonjakan Ekonomi di Philadelphia

Share

Lonjakan jumlah wisatawan dan pengguna transportasi publik secara masif melanda Kota Philadelphia semenjak wilayah tersebut resmi menjadi tuan rumah kompetisi sepak bola Piala Dunia 2026 pada Rabu (1/7/2026).

Dampak ekonomi riil dialami kota ini berdasarkan rilis data terbaru yang dilansir dari Detik Travel. Perusahaan kereta api Amtrak mencatatkan pergerakan lebih dari 500.000 orang yang melakukan perjalanan atau memesan tiket dengan rute Stasiun 30th Street selama periode turnamen global tersebut berlangsung.

Kepadatan arus pelancong juga bergeser ke arah area hiburan, salah satunya di kawasan Lemon Hill yang menjadi lokasi FIFA Fan Festival. Area festival tersebut sukses menyedot lebih dari 250.000 pengunjung, dan pihak penyelenggara mengklaim angka tersebut memecahkan rekor kunjungan harian tertinggi di antara kota-kota tuan rumah lain di Amerika Serikat. Puncak keramaian di Lemon Hill dilaporkan terjadi pada hari Jumat, bertepatan dengan laga Brasil melawan Haiti di Philadelphia Selatan, yang mendatangkan lebih dari 54.000 orang dalam sehari.

Sektor transportasi publik lokal turut membukukan kenaikan penumpang yang signifikan. Layanan kereta SEPTA rute Broad Street Line tercatat mengangkut lebih dari 26.000 penumpang sesaat setelah pertandingan selesai pada tanggal 19 Juni. Lonjakan drastis ini dikonfirmasi langsung oleh Kathy Ott Lovell selaku Presiden sekaligus CEO Pusat Pengunjung Philadelphia yang memantau kepadatan di berbagai destinasi ikonik kota.

Pusat informasi wisata di kawasan Parkway dan Sixth Street bahkan sukses membukukan angka penjualan suvenir hingga mencapai hampir USD 60.000 atau sekitar Rp 1,07 miliar hanya dalam waktu satu hari.

"Jadi, kami benar-benar merasakan dampak ekonominya. Kami benar-benar merasa bahwa para pengunjung ingin membawa pulang beberapa suvenir, dan sekali lagi, toko-toko ritel kami memungkinkan kami untuk melakukan pekerjaan kami. Itulah model bisnis kami," kata Kathy Ott Lovell, Presiden sekaligus CEO Pusat Pengunjung Philadelphia.

Keuntungan dari penjualan ritel tersebut dialokasikan kembali untuk pengelolaan operasional tenaga pariwisata yang bertugas melayani para turis.

"Kami menggunakan itu untuk mempekerjakan staf dan menyediakan tenaga ahli yang membantu para pengunjung," ujar Kathy Ott Lovell, Presiden sekaligus CEO Pusat Pengunjung Philadelphia.

Selain toko suvenir, layanan bus khusus wisata bernama Flash turut menikmati berkah Piala Dunia dengan lonjakan jumlah pengguna hingga 800% pada pekan lalu, yang menjadi lompatan angka tertinggi sejak tahun 2015.

"Dan bukan hanya angka-angkanya, tetapi juga semangatnya. Orang-orang ini sangat antusias, dan mereka, Anda tahu, dan warga Philadelphia menerima mereka dengan cara yang luar biasa," kata Kathy Ott Lovell, Presiden sekaligus CEO Pusat Pengunjung Philadelphia.

Indikator ramainya kota diperkuat laporan petugas pelayanan masyarakat di lapangan yang mencatat kenaikan hampir 30% pada jumlah turis yang meminta informasi seputar rute jalan maupun rekomendasi tempat menarik.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author