Presiden Prabowo Instruksikan Polri Jaga Demokrasi dan Tegakkan Hukum
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menjaga iklim demokrasi sekaligus menegakkan hukum dengan tegas dalam penanganan aksi demonstrasi maupun kritik masyarakat pada Rabu (01/07/2026).
Langkah ini diambil guna memastikan hak warga negara dalam menyampaikan pendapat secara damai tetap terpenuhi, sekaligus mengantisipasi pelanggaran aturan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Kewajiban aparat kepolisian dalam mengawal kebebasan berpendapat ini disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat menghadiri Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.
"Polri harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa, menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai, dan pada saat yang sama menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara," ujar Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Menurut Prabowo, penyampaian kritik oleh masyarakat memiliki peran penting demi perbaikan tata kelola pemerintahan ke depan. Namun, ia juga menengarai adanya sebagian aksi unjuk rasa yang ditunggangi oleh kepentingan kelompok tertentu, termasuk kelompok kaya yang merasa dirugikan oleh kebijakan pemerintah atau pihak asing.
Selain mengenai pengamanan demonstrasi, Kepala Negara memberikan enam poin instruksi khusus kepada institusi kepolisian demi meningkatkan kualitas pelayanan publik. Poin pertama menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat sebagai modal utama, sedangkan poin kedua meminta Polri hadir secara nyata saat dibutuhkan warga mengingat seluruh anggaran serta fasilitas kepolisian dibiayai oleh rakyat.
"Semua perlengkapan kita dari rakyat. Oleh karena itu kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita," ujar Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Melanjutkan arahannya, Presiden menuntut penegakan hukum yang adil dengan membela pihak yang benar serta melindungi kelompok lemah. Di sisi lain, kepolisian dituntut meningkatkan profesionalisme melalui penguasaan teknologi modern seperti kecerdasan buatan, memperkuat sinergi lintas institusi bersama TNI dan seluruh elemen masyarakat, serta terus melakukan evaluasi internal secara rendah hati.
"Keenam, jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi semakin menunduk.
Rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik. Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar.
Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati," ujar Prabowo, Presiden Republik Indonesia.