BPS Catat Ekspor Batu Bara Indonesia Melemah Selama Januari-Mei 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan tren ekspor batu bara Indonesia dari sisi nilai maupun volume selama periode Januari hingga Mei 2026, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Rabu (1/7/2026). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa nilai ekspor komoditas unggulan tersebut menyusut sebesar 4,95 persen menjadi US$9,75 miliar dari periode sama tahun lalu yang mencapai US$10,26 miliar. "Nilai ekspor batu bara, turun 4,95% secara kumulatifnya,” kata Ateng, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS.
Secara volume, pengapalan komoditas ini juga terkoreksi sebesar 8,19 persen secara tahunan menjadi 143,56 juta ton, meski batu bara tetap menyumbang 8,85 persen pangsa ekspor nonmigas. Penurunan terjadi setelah pemerintah sempat menahan ekspor guna mengamankan energi primer pembangkit listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.
Kementerian ESDM mencatat alokasi batu bara untuk pembangkit domestik telah mencapai 141 juta metrik ton (MT) dari estimasi kebutuhan tahunan PLN sebesar 154 juta MT. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan pemerintah fokus mengoptimalkan regulasi pemenuhan kebutuhan domestik (DMO) yang berlaku sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025. "Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh ketentuan yang telah berlaku dapat diterapkan secara efektif," ungkap Dwi Anggia, Juru Bicara Kementerian ESDM.
Langkah pengamanan pasokan ini beriringan dengan pemadaman bergilir yang melanda sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) akibat masalah teknis dan pemeliharaan jaringan sejak awal bulan. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengonfirmasi pada Senin (22/6/2026) bahwa satu pembangkit besar telah dipulihkan untuk memperkuat ketahanan setrum di Pulau Jawa.
“Tadi malam satu pembangkit besar berhasil dipulihkan dan sinkron dengan sistem kelistrikan di Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk sistem di Pulau Jawa,” kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN. Darmawan menambahkan bahwa pasokan batu bara kualitas medium untuk PLTU mulai mengalir lancar, dan pihak manajemen berkomitmen memperbaiki tata kelola rantai pasok energi primer tersebut. “Untuk itu, sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan terhadap masyarakat karena minggu lalu ada gangguan pemadaman bergilir,” tegas Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.