BPS Catat Impor Indonesia Naik 15,24 Persen Hingga Mei 2026

Share

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan total nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2026 menembus Rp111,33 miliar, mengalami kenaikan sebesar 15,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dilansir dari Bloomberg Technoz pada Rabu (1/7/2026).

Kenaikan tersebut ditopang oleh nilai impor migas selama lima bulan pertama tahun 2026 yang mencapai US$17,45 miliar atau tumbuh 27,89 persen secara tahunan. Pada sektor non-migas, nilai impor tercatat sebesar US$93,88 miliar, menunjukkan peningkatan sebesar 13,16 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa lonjakan nilai impor terjadi secara kumulatif pada seluruh kategori golongan penggunaan barang.

"Sebagai penyumbang utama peningkatan impor, nilai impor bahan baku penolong mencapai US$ 79,40 miIiar atau naik sebesar 14,41% dibandingkan periode yang sama di tahun yang lalu dan memberikan andil terhadap peningkatan ekspor 10,35%," kata Ateng.

Peningkatan impor bahan baku atau bahan penolong yang cukup signifikan ini didorong oleh komoditas tertentu, termasuk bahan bakar mineral, garam, belerang, batu, semen, dan serealia. Jika ditinjau dari wilayah asal, peningkatan impor terbesar bersumber dari China, Australia, kawasan ASEAN, serta kawasan Uni Eropa.

Sementara itu, kontribusi dari tiga komoditas utama non-migas, yakni mesin atau peralatan mekanik, mesin perlengkapan elektrik, serta plastik dan barang dari plastik, menyumbang sekitar 37,31 persen terhadap total nilai impor non-migas nasional.

"Nilai impor komoditas utama mengalami peningkatan baik dari sisi nilainya maupun dari sisi volume-nya jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun yang lalu," kata Ateng.

Secara lebih rinci, impor mesin atau peralatan mekanik mencapai nilai US$16,16 miliar dengan volume 1,98 juta ton. Impor mesin perlengkapan elektrik mencatatkan nilai US$13,95 miliar dengan volume 1,14 juta ton, sedangkan komoditas plastik dan barang dari plastik mencatatkan nilai sebesar US$4,92 miliar dengan volume sebesar 3 juta ton.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bps ekonomi Impor Indonesia
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author