Penonton Piala Dunia 2026 Keluhkan Pembatalan Tiket dan Uang Tip

Share

Sejumlah penonton Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat menghadapi kendala besar mulai dari pembatalan tiket sepihak oleh platform resale hingga tingginya beban biaya uang tip selama turnamen berlangsung pada Juni 2026.

Dilansir dari Reuters, platform penjualan kembali tiket StubHub membatalkan puluhan pesanan tiket secara mendadak hanya beberapa jam sebelum pertandingan dimulai akibat masalah pengiriman dari penjual spekulatif. Masalah infrastruktur transfer tiket dari FIFA serta sistem harga dinamis turut memengaruhi kegagalan pengiriman tiket tersebut pada laga seperti Belanda melawan Jepang serta Argentina melawan Aljazair.

Menurut analisis pengamat penjualan tiket dari Ticket Talk Network, Scott Friedman, pembatalan massal ini dipicu oleh praktik penjualan tiket spekulatif oleh oknum yang mencari keuntungan saat harga melonjak menjelang turnamen.

"Katakanlah (seorang penjual) mencantumkan tiket enam bulan lalu seharga US$ 500. Dia berharap (membeli) tiket itu dengan harga kurang dari US$ 500 untuk mendapatkan keuntungan dan memenuhi pesanan tiket," kata Scott Friedman, ahli penjualan tiket yang mengoperasikan Ticket Talk Network.

Friedman menambahkan bahwa celah hukum pada platform StubHub yang tidak mewajibkan pencantuman nomor kursi membuat praktik ilegal ini tetap subur.

“Tetapi apa yang disebut tiket hantu masih umum,” kata Scott Friedman.

Salah satu korban pembatalan, Sarah Wright, bersama suaminya Jeremy Wright, terpaksa pulang tanpa hasil setelah tiket hadiah Natal mereka gagal diklaim dan hanya mendapat kompensasi pengembalian dana dari StubHub.

"Kami harus membuat keributan besar untuk mendapatkan perhatian," kata Sarah Wright, pembeli tiket asal Austin.

Di sisi lain, dilansir dari BBC, para suporter asing juga mengeluhkan budaya uang tip di Amerika Serikat yang menjadi komponen utama penghasilan karyawan restoran namun dinilai membuat biaya hidup selama turnamen menjadi sangat mahal.

"Pengusaha AS harus membayar karyawan mereka dengan lebih baik. Gaji karyawan seharusnya tanggung jawab pemilik bisnis, bukan konsumen." kata seorang turis dari Australia.

Sebagai langkah penyelesaian, pihak StubHub akhirnya menawarkan kompensasi berupa tiket gratis pertandingan semi-final bagi keluarga Wright serta dana sebesar 3.000 dolar AS kepada korban pembatalan lain untuk menutupi biaya pergantian tiket.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author