Pertamina Turunkan Harga Tiga BBM Nonsubsidi dan Avtur

Share

PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga tiga jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi serta bahan bakar pesawat avtur mulai Rabu, 1 Juli 2026. Langkah penyesuaian tarif berkala ini diberlakukan untuk produk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite di seluruh wilayah Indonesia.

Kebijakan penurunan harga ini dipengaruhi oleh besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing provinsi sehingga tarif baru bervariasi di tiap daerah. Di wilayah dengan PBBKB 5 persen seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali, harga Pertamax Turbo (RON 98) turun Rp1.450 menjadi Rp19.300 per liter dari harga sebelumnya Rp20.750 per liter.

Penurunan harga yang signifikan juga terjadi pada sektor bahan bakar diesel nonsubsidi. Harga Pertamina Dex (CN 53) merosot Rp3.650 menjadi Rp21.150 per liter dari tarif sebelumnya Rp24.800 per liter, sementara Dexlite (CN 51) terpangkas Rp3.300 menjadi Rp19.700 per liter dari semula Rp23.000 per liter. Selain itu, harga avtur penerbangan domestik sebelum pajak di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami penurunan sebesar Rp3.000 menjadi Rp19.190 per liter dari harga Juni yang menyentuh Rp22.190 per liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menerangkan bahwa evaluasi tarif berkala ini diselaraskan dengan tren pasar energi global. Langkah penyesuaian tersebut juga telah melalui proses koordinasi intensif bersama pemerintah dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat.

"Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah", ujar Kitty Andhora, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga.

Manajemen perusahaan menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga pemenuhan standar mutu produk di tengah pemberlakuan tarif baru yang lebih kompetitif ini. Masyarakat juga dapat memantau pergerakan harga BBM secara real-time melalui situs resmi atau aplikasi MyPertamina.

"Selain menghadirkan harga yang kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas produk sesuai specifications sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar," terang Kitty Andhora, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga.

Di sisi lain, harga untuk jenis BBM nonsubsidi lainnya tercatat tidak mengalami perubahan dari evaluasi sebelumnya. Pertamax (RON 92) di wilayah Jawa dan Bali tetap dijual seharga Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dibanderol Rp17.000 per liter.

Kebijakan stabilitas harga juga diterapkan pada jenis BBM bersubsidi yang disalurkan oleh pemerintah. Berdasarkan data resmi Pertamina, tarif eceran untuk Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter dan Solar Subsidi atau Biosolar tetap bertahan pada angka Rp6.800 per liter.

Sebelum keputusan ini diumumkan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat memberikan tanggapan mengenai proyeksi harga BBM nonsubsidi nasional di Gedung DPR RI pada Senin, 29 Juni 2026. Ia mengimbau masyarakat untuk mencermati fluktuasi harga minyak mentah dunia secara komprehensif, mengingat pemerintah tidak menaikkan harga Pertamax saat pasar global sempat melonjak.

"Kita lihat aja (nanti)," kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author