Sengketa Hak Asuh Anak Picu Penembakan di Jerman Enam Tewas

Share

Aksi penembakan brutal yang dipicu oleh sengketa hak asuh anak di sebuah tempat penampungan ibu dan anak di Stade, Jerman, mengakibatkan enam orang tewas pada Senin (29/6).

Insiden maut ini dilansir dari Detikcom terjadi saat seorang ayah terlibat perebutan hak asuh atas anak perempuannya yang masih berusia tiga bulan. Petugas darurat menemukan empat korban tewas seketika di lokasi kejadian, sementara korban kelima meninggal tidak lama setelahnya, dan korban keenam mengembuskan napas terakhir di rumah sakit setelah sempat mendapatkan perawatan medis.

Pihak kepolisian segera melakukan investigasi mendalam terkait motif dan kronologi lengkap di tempat kejadian perkara.

"Pelaku memiliki janji temu hari ini, bersama dengan banyak korban, untuk membahas pengaturan hak asuh di masa depan bagi putrinya yang berusia tiga bulan," ujar kepala polisi Lueneburg, Kathrin Schuol.

Petugas memastikan bahwa target utama dari perselisihan ini justru selamat dari tindakan keji tersebut.

"Baik sang anak maupun ibunya berada di lokasi kejadian, namun mereka tidak terluka akibat tembakan." kata Kathrin Schuol.

Otoritas keamanan mengecam keras tindakan pelaku yang menyasar para petugas sosial di lembaga penampungan.

"Pelaku menyebut bahwa para korban-empat wanita dan dua pria-semuanya adalah pekerja kesejahteraan anak, dan ditembak "dengan cara yang brutal"." kata Kathrin Schuol.

Setelah melancarkan aksinya, tersangka sempat mencoba melarikan diri menggunakan sebuah mobil yang dikendarai oleh seorang wanita lansia berusia 65 tahun yang diduga memiliki hubungan dekat dengan keluarganya. Polisi sempat melepaskan tembakan ke arah kendaraan tersebut dalam pengejaran singkat sebelum akhirnya berhasil membekuk pelaku dan pengemudinya tanpa ada korban luka tambahan.

Pemerintah pusat Jerman langsung memberikan respons resmi dan menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kemanusiaan ini.

"Banyak orang yang mencoba membantu dan melindungi orang lain justru kehilangan nyawa atau terluka," kata Kanselir Jerman, Friedrich Merz.

Saat ini, pelaku beserta wanita yang membantunya melarikan diri telah resmi ditahan oleh pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

"Pikiran saya bersama para korban dan keluarga mereka," kata Friedrich Merz.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author