Kim Jae Joong Hentikan Program Sperm Freezing Karena Regulasi Penyimpanan
Penyanyi dan aktor asal Korea Selatan, Kim Jae Joong, secara terbuka mengumumkan keputusan untuk menyudahi prosedur sperm freezing yang dijalaninya. Langkah ini diambil sang aktor meski dirinya merasa berat dan sempat memiliki keinginan kuat untuk merencanakan keluarga di masa depan.
Aktor berusia 40 tahun tersebut awalnya mengikuti program pembekuan sperma sebagai langkah persiapan pernikahan. Namun, dilansir dari HaiBunda, ia memilih mundur setelah mengetahui bahwa sampel yang disimpan tidak dapat bertahan selamanya akibat regulasi medis.
Kisah tersebut dibagikan Kim Jae Joong saat mengundang rekan dekatnya, Choi Jin-hyuk, Yoon Shi-yoon, dan Yoo Seon-ho dalam program variety show Stars' Top Recipe at Fun-Staurant di KBS 2TV. Di tengah perbincangan mengenai tekanan pernikahan, ia membeberkan alasan utamanya melakukan prosedur tersebut di masa lalu.
"Saya memiliki keinginan yang kuat untuk menikah, jadi saya membekukannya di masa lalu. Ketika kamu masih muda, kamu harus menjaga gen untuk melahirkan anak yang sehat," kata Kim Jae Joong.
Namun, proses penyimpanan tersebut harus berakhir dengan kekecewaan bagi dirinya. Kim Jae Joong menjelaskan bahwa pihak rumah sakit akan membuang sampel sperma yang disimpan setelah melewati batas waktu tiga hingga lima tahun.
"Hati saya hancur setiap kali dibuang, jadi sekarang saya berencana untuk tidak melakukannya lagi," tutur Kim Jae Joong.
Selain membagikan kisah emosional, bintang drama ini juga menceritakan pengalaman jenaka yang dialaminya saat pertama kali mendatangi pusat medis secara diam-diam menggunakan masker. Upayanya menjaga privasi justru gagal saat petugas medis memanggil nama aslinya dengan sangat keras di depan pasien lain.
"Seseorang di luar memanggil 'Tuan Kim Jae Joong' dengan keras. Saya masuk diam-diam sambil memakai masker, tetapi ketika nama saya dipanggil, orang-orang menatap saya. Itu sangat memalukan," ceritanya.
Ia juga sempat menggambarkan situasi menegangkan sekaligus canggung ketika berada di dalam ruang pengambilan sampel. Menurutnya, proses tersebut menuntut ketepatan waktu yang sangat ketat.
"Ada masalah jika keluar terlalu cepat dan juga ketika keluarga terlalu lambat," candanya.
"Kamu benar-benar harus mengikuti waktu yang tepat," ungkapnya.
Secara medis, metode pembekuan sperma diawali dengan rangkaian tes pemeriksaan untuk memastikan sampel terbebas dari kontaminasi. Pasien kemudian menandatangani persetujuan tertulis terkait durasi penyimpanan sebelum sampel segar dicampur cairan krioprotektan dan dibekukan dalam nitrogen cair.