Kekalahan Pantai Gading Picu Kekecewaan Mendalam bagi Skuad Éléphants

Share

Tim nasional Pantai Gading harus tersingkir dari babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menderita kekalahan tragis 1-2 dari Norwegia pada Selasa (30/6/2026).

Kekalahan ini memicu penyesalan mendalam dari internal tim akibat kegagalan memanfaatkan sejumlah peluang emas sepanjang jalannya pertandingan sengit tersebut.

Norwegia memimpin lebih dulu lewat gol Antonio Nusa pada menit ke-39, sebelum Pantai Gading menyamakan kedudukan melalui aksi Amad Diallo pada menit ke-74.

Namun, gol telat Erling Haaland pada menit ke-86 memastikan kemenangan skuad Skandinavia sekaligus memulangkan tim berjuluk Éléphants tersebut.

Pelatih Pantai Gading, Émerse Faé, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil akhir pertandingan yang membuat anak asuhnya gagal melangkah lebih jauh.

"C'est le foot. Quand on a des occasions, il faut savoir les mettre. On a fait le plus dur en égalisant. Malheureusement, on prend ce but à la fin, c'est dommage." kata Émerse Faé, Pelatih Pantai Gading sebagaimana dilansir dari Starsporttv.be.

Faé mengapresiasi daya juang pasukannya dan memberikan penghormatan kepada taktik defensif Norwegia yang solid selama laga berlangsung.

"Après, les joueurs ont tout donné et se sont battus jusqu'au bout", cetus Émerse Faé, Pelatih Pantai Gading.

Mantan pemain FC Nantes itu menilai laga tersebut ditentukan oleh detail kecil serta konsentrasi penuh dari awal hingga akhir pertandingan.

"On est tombé sur une équipe valeureuse, qui a bien défendu et qui a su obtenir sa qualification. C'est le haut niveau, ce sont les petits détails. Il faut garder la concentration du début à la fin, quel que soit l'adversaire." tambah Émerse Faé, Pelatih Pantai Gading.

Faé menegaskan bahwa pengalaman berharga ini akan dijadikan modal penting untuk membangun skuad yang lebih kuat pada masa mendatang.

"C'était la première Coupe du monde pour tout le monde. Je pense qu'ils ont bien grandi, qu'ils ont bien appris. Maintenant, on va travailler pour revenir plus fort sur les prochaines échéances." pungkas Émerse Faé, Pelatih Pantai Gading.

Sentimen serupa juga dilontarkan oleh kapten tim, Franck Kessié, yang merasa timnya kehilangan momentum krusial saat kedudukan berimbang.

"Cette élimination nous laisse un goût très amer. Il y avait la place. Ce sont encore des détails qui stoppent notre élan dans cette compétition.

C’était du 50-50. Ils ont su exploiter leurs occasions, sur des détails, alors que nous avons manqué de lucidité. Je suis très fier des supporters et très fier des Ivoiriens.

Depuis le début, they sont derrière nous. On a le meilleur pays au monde. Aujourd’hui, c’est dur pour tout un peuple", keluh Franck Kessié, Kapten Pantai Gading kepada awak media seperti dikutip dari Maxifoot.fr.

Di luar turnamen, bek muda Pantai Gading Ousmane Diomande dilaporkan menjadi buruan utama klub raksasa Italia, AC Milan, setelah negosiasi dengan Antonio Silva menemui jalan buntu.

Tuttosport melaporkan bahwa pemain Sporting CP yang memiliki klausul rilis 80 juta euro itu kini masuk radar pencarian paling viral di dunia menjelang bursa transfer mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author